Banyak sederet hal—meski sepele—yang bisa mengganggu kesehatan dan mengundang penyakit….1. Tutty Fruity
Sering makan anggur, apel, atau pir tanpa mencucinya dulu? Jangan, dong. Bisa jadi kulitnya mengandung residu pestisida, kotoran, bahkan bakteri. Salah besar kalau kita mengira hanya buah yang dimakan bersama kulitnya yang perlu dicuci.
Buah yang dipotong kayak semangka dan melon sebaiknya, sih, juga dicuci dulu, karena zat-zat berbahaya di kulit bisa terbawa di pisau dan ikut menempel di daging buah saat kita memotongnya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah air mengalir.
2. Brum… brum…
Naik motor tanpa masker pelindung mulut-hidung di daerah full polusi kayak Jakarta, sih, sama saja bunuh diri. Menurut WHO, polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800 ribu kematian setiap tahun!
Asap knalpot, kan, mengandung banyak zat berbahaya, di antaranya: sulfur dioksida yang menyebabkan iritasi tenggorokan dan batuk; karbon monoksida yang menyebabkan sesak napas serta peningkatan denyut dan irama nggak teratur pada jantung; hidrokarbon yang menyebabkan luka pada paru-paru dan merangsang terbentuknya sel kanker, hingga timbal yang bisa menyebabkan sakit perut, muntah, diare, sakit kepala, bahkan gangguan penglihatan.
Masker berguna menyaring racun dan mengurangi polutan yang kita hirup. Masker di pasaran rata-rata berbahan kain dengan lapisan spons di bagian dalam—spons itulah filternya. Jangan lupa cuci masker dengan deterjen setidaknya dua minggu sekali, dan hindari sinar matahari langsung saat menjemur. Masker biasanya berfungsi baik hingga enam bulan—lalu setelahnya harus diganti.
3. Uhuk, uhuk!
Setelah mengecat dan mendekor ulang kamar kita ingin cepat-cepat merasakan tidur di dalamnya—iya, kan? sebaiknya, sih, kita sedikit bersabar. Angin-anginkan dulu furnitur dan cat hingga beberapa malam—setidaknya sampai aroma cat, lem, atau pelitur nggak tercium lagi—baru, deh, tempati kamar kita. ‘Uap’ dari bahan-bahan tadi bisa memancing reaksi alergi pada sistem pernapasan dan iritasi kulit. CC


