Health & Diet
5 Kesalahan Berlari yang Tidak Disadari

22 May 2015

Lari adalah olahraga yang paling sering dipilih banyak orang. Selain terkesan simpel, biaya yang dikeluarkan pun minim. Hanya bermodalkan sepatu lari yang nyaman digunakan, Anda sudah bisa berolahraga. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan tanpa sadar ketika berlari. Ini beberapa di antaranya.

Memilih waktu yang salah
Banyak yang menganggap lari di pagi hari lebih sehat daripada malam hari, padahal belum tentu seperti itu. Waktu terbaik untuk berlari idealnya disesuaikan dengan jam aktif Anda. Jika Anda bekerja sampai tengah malam, tentunya sangat tidak ideal jika memaksakan diri berlari saat subuh karena tubuh perlu istirahat. Pastikan juga Anda telah cukup tidur sebelumnya (antara 6-8 jam) agar tubuh siap diajak 'bekerja keras'.

Minum hanya saat haus
Saat Anda berlari di udara dingin, tubuh tidak akan banyak mengeluarkan keringat. Hal ini membuat Anda berpikir tubuh tidak memerlukan banyak minum. Padahal, meskipun Anda tidak berkeringat ataupun merasa haus, tubuh tetap membutuhkan air. Cobalah minum setiap 10-15 menit berlari. Jika Anda berlari dengan intensitas sedang lebih dari 30 menit, tidak ada salahnya mengonsumsi minuman isotonik.

Menganggap semua lokasi sama
Lari memang bisa dilakukan di mana saja. Namun, sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. Jika Anda memiliki masalah pada lutut atau pinggang, hindari lokasi yang berbatu karena memberikan tekanan lebih besar pada otot. Lebih baik, pilih berlari di taman, tanah, atau trek joging yang dilapisi karet elastis. Semakin keras alas berlari Anda, semakin kuat pula benturan yang akan dialami otot Anda.

Tidak peduli polusi
Anda mungkin ingin memaksimalkan waktu berolahraga sehingga memilih berlari ke rumah sepulang kerja. Namun, kondisi jalanan yang penuh asap kendaraan bisa mengancam kesehatan Anda. Karbon monoksida akan masuk ke aliran darah dan hemoglobin tidak bisa mengikat oksigen. Belum lagi debu-debu jalanan siap masuk ke saluran pernapasan. Bisa-bisa, Anda malah mengalami sesak napas, tuh.

Fokus pada lama latihan
Semakin lama Anda berlari, kalori yang dikeluarkan memang semakin banyak. Tapi, Anda bisa lebih efektif jika mengutamakan intensitas daripada lamanya latihan. Daripada berlari terus menerus tanpa henti selama satu jam, Anda bisa mencoba metode HIIT (High Intensity Interval Training).

Contohnya dalam waktu 15 menit, kombinasikan sprint selama 15 detik dan jalan cepat 30 detik berulang kali. Atau jika Anda berlari 30 menit, kombinasikan sprint 2,5 menit dan lari lambat 30-60 detik.


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?