Jika ingin mengetahui kondisi tubuh, kita bisa cek dari kondisi urine kita, nih….
Bersih, nggak?
Warna konsentrasi urine menunjukkan apakah kita dehidrasi atau tidak. Makin jernih warnanya, artinya kepentingan cairan tubuh kita sudah terpenuhi. Sebaliknya, warna urine yang kuning kegelapan menandakan kalau tubuh dehidrasi. Jika nggak mau kena batu ginjal, perbanyaklah minum air putih.
Warna dan aroma
Urine kita terlihat berwarna merah muda? Ini bisa terjadi ketika kita makan buah bit, atau menu lainnya yang terdiri dari buah bit. Oleh karena itu, jangan langsung parno begitu melihat warna urine kita karena makanan yang dikonsumsi turut berpengaruh. Bagaimana dengan aromanya? Beberapa makanan seperti aparagus bisa menyebabkan perubahan warna dan aroma urine, sama seperti vitamin.
Waspada ginjal
Adanya protein di dalam urine merupakan tanda-tanda awal adanya kerusakan ginjal, terutama bagi mereka yang menderita diabetes. Sebaiknya, nih, masukkan tes urine ketika kita menjalankan general check up. Apalagi, jika di keluarga kita ada sejarah diabetes.
Gejala diabetes
Ketika terlalu banyak gula di aliran darah dan tubuh tidak memprosesnya dengan baik, ginjal akan bekerja ekstra keras. Hasilnya, tercium aroma ‘gula’ di urine yang menandakan ada kandungan gula yang bisa menjadi indikasi dari diabetes. Untuk amannya, sih, lakukan general check up secara rutin.
Infeksi
Infeksi saluran kemih atau UTI (Urinary Tract Infection) disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra—saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Gejalanya: sering terasa ingin buang air kecil (namun yang keluar hanya sedikit), merasa terbakar saat buang air kecil, dan aroma urine yang seperti amonia. Jika nggak ditangani segera, bakteri bisa berpindah ke ginjal dan menimbulkan infeksi lain. (VIN/FOTOSEARCH)


