Meskipun tidak memiliki riwayat penyakit berat, risiko kematian dini dapat timbul akibat kebiasaan sehari-hari yang kita anggap remeh. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Ada beberapa cara untuk menurunkan risiko kematian dini dan meningkatkan harapan hidup, seperti:
Kurangi menonton TV
Bukan menonton TV saja, tapi kurangi pula streaming video hingga berjam-jam. Pasalnya, penelitian di Australia terhadap 8.800 orang dewasa membuktikan bahwa semakin banyak waktu yang digunakan untuk menonton TV, risiko penyakit jantung dan kematian dini semakin besar. Hal ini juga berlaku bagi orang yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Batasi menonton TV, maksimal dua jam per hari. Di atas itu, setiap jam menambah 11% risiko kematian.
Konsumsi kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung banyak Omega 3 yang dapat menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan di Harvard menemukan bahwa mengonsumsi segenggam kacang-kacangan setiap hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 20%. Coba tambahkan walnut atau almond pada sereal dan salad untuk hidup yang lebih sehat.
Batasi daging merah
Mengonsumsi daging merah setiap hari dapat meningkatkan 13% risiko kematian, sementara daging olahan seperti sosis atau nugget dapat meningkatkan hingga 20%. Lebih lanjut, daging olahan bisa menyebabkan kanker dan penyakit jantung. Untuk itu, batasi konsumsi daging merah atau ganti dengan ikan atau ayam.
Jogging
Berolahraga tentunya adalah cara jitu menjaga kesehatan. Salah satu olahraga yang tidak memakan biaya, mudah, dan memiliki manfaat besar adalah lari. Penelitian di Denmark yang dilakukan oleh Peter Schnohr menunjukkan bahwa hanya dengan jogging selama 1 sampai 2,5 jam per minggu dapat meningkatkan harapan hidup hingga 6 tahun untuk pria dan 5 tahun untuk wanita.
Meditasi
Meditasi adalah cara terbaik menurunkan stress dan tekanan darah yang akan menjauhkan Anda dari bermacam penyakit. Selain itu, ternyata meditasi juga bisa membantu penyembuhan kanker. Sebuah penelitian menemukan bahwa pasien kanker yang mengombinasikan meditasi dan gaya hidup sehat bisa memperpanjang telomere di ujung kromosom yang dapat memengaruhi penuaan. (GAB/FOTO:IST))
Kurangi menonton TV
Bukan menonton TV saja, tapi kurangi pula streaming video hingga berjam-jam. Pasalnya, penelitian di Australia terhadap 8.800 orang dewasa membuktikan bahwa semakin banyak waktu yang digunakan untuk menonton TV, risiko penyakit jantung dan kematian dini semakin besar. Hal ini juga berlaku bagi orang yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Batasi menonton TV, maksimal dua jam per hari. Di atas itu, setiap jam menambah 11% risiko kematian.
Konsumsi kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung banyak Omega 3 yang dapat menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan di Harvard menemukan bahwa mengonsumsi segenggam kacang-kacangan setiap hari dapat menurunkan risiko kematian hingga 20%. Coba tambahkan walnut atau almond pada sereal dan salad untuk hidup yang lebih sehat.
Batasi daging merah
Mengonsumsi daging merah setiap hari dapat meningkatkan 13% risiko kematian, sementara daging olahan seperti sosis atau nugget dapat meningkatkan hingga 20%. Lebih lanjut, daging olahan bisa menyebabkan kanker dan penyakit jantung. Untuk itu, batasi konsumsi daging merah atau ganti dengan ikan atau ayam.
Jogging
Berolahraga tentunya adalah cara jitu menjaga kesehatan. Salah satu olahraga yang tidak memakan biaya, mudah, dan memiliki manfaat besar adalah lari. Penelitian di Denmark yang dilakukan oleh Peter Schnohr menunjukkan bahwa hanya dengan jogging selama 1 sampai 2,5 jam per minggu dapat meningkatkan harapan hidup hingga 6 tahun untuk pria dan 5 tahun untuk wanita.
Meditasi
Meditasi adalah cara terbaik menurunkan stress dan tekanan darah yang akan menjauhkan Anda dari bermacam penyakit. Selain itu, ternyata meditasi juga bisa membantu penyembuhan kanker. Sebuah penelitian menemukan bahwa pasien kanker yang mengombinasikan meditasi dan gaya hidup sehat bisa memperpanjang telomere di ujung kromosom yang dapat memengaruhi penuaan. (GAB/FOTO:IST))


