Pikiran-pikiran negatif yang muncul pas mau berlari sering menurunkan motivasi dan energi. Alhasil, target untuk sehat dan menghilangkan lemak sulit tercapai. Jangan mau kalah! Berikut strategi menaklukkan pemikiran negatif supaya program lari Anda terus lancar.
Alasan: “Saya tidak mungkin berlari terus, setidaknya harus jalan beberapa saat.”
Fokus dulu berapa lama Anda bisa berlari. Setelah bisa berlari 60 menit tanpa henti, tambahkan 10 detik lebih lama setiap minggunya. Pelan-pelan saja…
Alasan: “Saya sangat lelah dan kesakitan.”
Rasa lelah dan sakit (fatigue) sering disebabkan berlari terlalu lama, terlalu cepat, atau melampaui kemampuan Anda. Istirahat selama beberapa saat—jangan memaksakan diri. Ketika mulai berlari lagi, coba pola selama 10 menit lari kemudian 30 detik istirahat. Semakin merasa kuat berlari, tambahkan porsi latihan Anda.
Alasan: “Tidak ada penambahan kecepatan selama ini.”
Misalnya, Anda rutin berlari selama 4 putaran lintasan outdoor setiap dua minggu (± 5 km). Coba percepat lari Anda begitu mendekati akhir putaran lari. Tambahkan beberapa detik lebih cepat setiap putaran yang Anda lakukan di minggu-minggu selanjutnya.
Alasan: “Saya tidak punya waktu lari lebih dari 30 menit.”
Tiga puluh menit sudah cukup untuk berolahraga. Jika ingin lebih cepat mencapai target, tambahkan program lari dengan trek menanjak, misalnya menaiki bukit, serta lari santai pada 1/3 waktu terakhir. Pada akhirnya, nih, Anda bisa melakukan lari sepanjang 5 km selama setengah jam.
(MEIRANIE NURTAENI - FOTO: FOTOSEARCH)


