Saat menjalani rutinitas harian, tanpa sadar kita melakukan banyak kebiasaan yang mengakibatkan gangguan kesehatan serius. Sebelum kebablasan, cek, nih, penjelasan medis dr. Bastian Simorangkir dari RSUD Tarakan.Mendengarkan musik melalui earphone
Telinga memiliki kapasitas dalam mendengarkan suara. Menurut Bastian, volume dan frekuensi pemakaian adalah dua hal terpenting dalam kasus ini. Getaran kuat akibat gelombang suara keras dapat merusak sel-sel rambut koklea pada telinga dalam. Kerusakan itu akan menghambat impuls listrik mencapai saraf pendengaran sehingga tidak ada yang diteruskan ke otak untuk diinterpretasi sebagai suara.
Jika ingin mendengarkan musik disarankan pada volume rendah (maksimal 70 desibel). Sementara frekuensi pemakaian maksimal dua jam, lalu diselingi istirahat 15-20 menit, baru bisa dilanjutkan kembali.
Gigi sebagai alat bantu
Sering membuka bungkusan atau menarik tag harga di baju menggunakan gigi? Hati-hati, gigi bisa trauma! Apalagi saat melakukannya kita cenderung menggunakan tepian gigi. Tepian gigi akan melemah jika sering mendapat tekanan berlebih. Perlahan membuatnya terkikis sehingga tidak lagi rata. Kemungkinan terburuk: enamel atau lapisan terluar gigi dapat mengalami keretakan.
Menumpuk pakaian kotor
Kuman dan bakteri yang menempel pada pakaian bisa menyebar dengan cepat antara 1 jam hingga 8 hari, terutama pada pakaian lembap atau basah. Misalnya, bakteri K. Pneumoniae menyebabkan penyakit saluran pernapasan atau E. Coli yang menyebabkan diare. Oleh karena itu, baju kotor harus segera dicuci. Dalam kamar yang sering tertutup dan ber-AC, penyebaran kuman akan semakin cepat. Tumpukan pakaian kotor juga menjadi rumah yang nyaman bagi nyamuk.
Melepas alas kaki di kantor
Perhatikan lagi lingkungan tempat kerja, keadaan lantai, kolong meja, dan sebagainya. Kolong meja yang sering digunakan untuk menyimpan sepatu, tentu menyimpan banyak debu dan bakteri. FYI, debu yang menempel pada alas kaki sangat mungkin membawa telur cacing. Telur cacing yang menempel langsung pada kulit kaki kita bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan cacingan, tuh.
Mengunyah es batu
Ini bagian favorit saat menikmati minuman dingin. Namun, memasukan sesuatu yang terlalu dingin akan merusak akar persarafan. Saraf akan mengirim impuls/pesan ke otak, kemudian otak akan melakukan mekanisme protektif agar tubuh menolak rasa dingin. Ini menyebabkan rasa ngilu pada gigi atau pusing. Selain itu, mengunyah permukaan es yang keras ditambah suhu dingin dapat menyebabkan keretakan mikroskopis pada permukaan enamel gigi.
Kebiasaan berbohong
Rajin berbohong tanpa disadari mengganggu kesehatan psikis. Pasalnya, kita akan merasa takut kebohongan tadi terbongkar. Jika terus dilakukan, rasa takut akan menumpuk memberi tekanan psikis dan menyebabkan stres. Stres menjadi indikator munculnya gangguan psikosomatis. Orang yang mengalami gangguan psikosomatis akan mudah gelisah, khawatir, dan sebagainya. Hal ini memicu timbulnya macam-macam penyakit lain dalam tubuh.
Makan terburu-buru
Proses mengirimkan rasa kenyang ke otak memerlukan waktu sekitar 20 menit. Jika makanan Anda habis hanya dalam waktu lima menit, otomatis perut belum merasa kenyang. Ini menyebabkan Anda akan terus makan sehingga memicu obesitas. Makan terburu-buru juga dapat mengganggu sistem pencernaan. Soalnya, makanan yang masuk ke lambung cenderung belum hancur dengan sempurna sehingga lambung harus bekerja ekstra keras untuk mencerna makanan.
Memakai sepatu flat
Menggunakan sepatu flat tidak lebih baik dari high heels. Sepatu flat cenderung tidak memberikan bantalan nyaman dan stabilitas pada kaki. Hal ini menambah risiko terkena plantar faciitis atau peradangan pada telapak kaki. Biasanya akan menimbulkan nyeri pada tulang tumit. Pada keadaan kronis dapat mengakibatkan gangguan pada kaki, lutut, pinggul, dan punggung.
Cari tahu kebiasaan merusak kesehatan lainnya di majalah Cita Cinta No.17/XV yang terbit 25 Agustus - 8 September 2014 ini di toko buku terdekat dengan harga Rp 24.000 yaaa...


