Dua nominator Oscar, Florence Pugh dan Andrew Garfield, tampil di film romantis ini. Foto: StudioCanal/A24/Peter MountainCinta adalah sebuah konsep yang sangat kompleks, tergantung pada siapa yang merasakannya dan seperti apa situasinya. We Live in Time mengambil konsep itu dalam alur maju-mundur, dalam emosi yang mengajak penonton tertawa, terharu, dan kemudian mencari tisu.
Kisahnya tentang Tobias (Andrew Garfield), yang saat kehilangan arah di tengah perceraiannya bertemu Almut (Florence Pugh), seorang chef ambisius. Ketika Tobias sudah bercerai, mereka bertemu lagi di momen tak terduga, dan akhirnya saling jatuh cinta.
Kekuatan cinta mereka diuji ketika Almut didiagnosis kanker rahim, dan ia tak ingin mendapatkan perawatan. Namun akhirnya Almut mau dirawat, dan bisa hamil. Mereka dikaruniai putri bernama Ella. Di saat Almut bersinar dengan kariernya, ia kembali sakit. Di sinilah keluarga kecil Tobias, Almut dan Ella berjuang bersama menghadapi hari-hari mereka; tentunya kehidupan keluarga ini tak selamanya mulus.
Di sini pulalah akting kedua peran utama, Andrew Garfield dan Florence Pugh, bersinar. Mereka bisa menampilkan sosok yang saling cinta, tangguh melawan takdir, tapi juga rapuh. Chemistry keduanya apik, dan penonton ikut merasakan naik-turun emosi dalam kisah cinta mereka, yang mungkin saja terjadi di dunia nyata.
Di film ini Andrew untuk pertama kalinya berbicara menggunakan aksen British autentiknya. Maklum, sebagai aktor dalam film-film Hollywood, ia selalu berakting dalam aksen Amerika. Andrew sendiri berdarah Amerika-Inggris.
We Live in Time ditulis oleh Nick Payne (serial Wanderlust) dan disutradarai John Crowley (The Goldfinch), serta tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto September lalu. Jika Ssahabat Femina mencari tontonan cinta yang tak biasa, film yang tayang di Indonesia mulai 22 November 2024 ini bisa jadi pilihan. (f)
Baca juga:
Wicked: Part One, Duet Maut Ariana Grande dan Cynthia Erivo
12 Best Dressed di Governors Awards 2024
Gaya Selebritas Korea di Acara Peluncuran Makeup Dolce&Gabbana
Kisahnya tentang Tobias (Andrew Garfield), yang saat kehilangan arah di tengah perceraiannya bertemu Almut (Florence Pugh), seorang chef ambisius. Ketika Tobias sudah bercerai, mereka bertemu lagi di momen tak terduga, dan akhirnya saling jatuh cinta.
Kekuatan cinta mereka diuji ketika Almut didiagnosis kanker rahim, dan ia tak ingin mendapatkan perawatan. Namun akhirnya Almut mau dirawat, dan bisa hamil. Mereka dikaruniai putri bernama Ella. Di saat Almut bersinar dengan kariernya, ia kembali sakit. Di sinilah keluarga kecil Tobias, Almut dan Ella berjuang bersama menghadapi hari-hari mereka; tentunya kehidupan keluarga ini tak selamanya mulus.
Di sini pulalah akting kedua peran utama, Andrew Garfield dan Florence Pugh, bersinar. Mereka bisa menampilkan sosok yang saling cinta, tangguh melawan takdir, tapi juga rapuh. Chemistry keduanya apik, dan penonton ikut merasakan naik-turun emosi dalam kisah cinta mereka, yang mungkin saja terjadi di dunia nyata.
Di film ini Andrew untuk pertama kalinya berbicara menggunakan aksen British autentiknya. Maklum, sebagai aktor dalam film-film Hollywood, ia selalu berakting dalam aksen Amerika. Andrew sendiri berdarah Amerika-Inggris.
We Live in Time ditulis oleh Nick Payne (serial Wanderlust) dan disutradarai John Crowley (The Goldfinch), serta tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto September lalu. Jika Ssahabat Femina mencari tontonan cinta yang tak biasa, film yang tayang di Indonesia mulai 22 November 2024 ini bisa jadi pilihan. (f)
Baca juga:
Wicked: Part One, Duet Maut Ariana Grande dan Cynthia Erivo
12 Best Dressed di Governors Awards 2024
Gaya Selebritas Korea di Acara Peluncuran Makeup Dolce&Gabbana
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #reviews


