Reviews
Wicked: Part One, Duet Maut Ariana Grande dan Cynthia Erivo

20 Nov 2024

Sejak film The Wizard of Oz tayang tahun 1939 diadaptasi dari novel The Wonderful Wizard of Oz karangan L. Frank Baum (pertama kali terbit tahun 1900), cerita tentang Negeri Oz, Emerald City, Ahli Sihir Bijak dan musuh-musuhnya, serta petualangan Dorothy Gale dan teman-temannya sudah jadi kisah klasik dalam cerita anak-anak di seluruh dunia.

Tahun 1995, Gregory Maguire menulis buku Wicked, yang terinspirasi kisah The Wizard of Oz namun dilihat dari POV tokoh antagonis. Dalam cerita asli versi Baum, sang tokoh antagonis hanya dikenal sebagai Wicked Witch of the West atau Penyihir Jahat dari Barat.

Galinda memutuskan menjadi "Glinda" demi menghormati gerakan yang diinisiasi Elphaba. Foto: Universal Pictures

Sukses diadaptasi jadi lakon musikal Broadway tahun 2003 oleh Stephen Schwartz dan Winnie Holzman, kisah ini kemudian diangkat ke layar lebar dalam 2 film. Yang pertama, Wicked: Part I, tayang 20 November 2024.

Wicked: Part I diawali tewasnya Penyihir Jahat dari Barat disiram seorang anak perempuan (yang sebenarnya adalah Dorothy dan alasan menyiramnya bukan untuk membunuh. Harus lihat Part II nanti, hu hu).

Glida Penyihir Baik Hati (Glinda the Good Witch) mengabarkan berita gembira ini, dan penduduk Negeri Oz bersuka cita sekaligus penasaran, bukankah dulu Glinda bersahabat dengan si Penyihir Jahat?

Cerita pun bergulir ke masa lalu, di saat Glinda masih bernama Galinda Upland (Ariana Grande-Butera), si gadis cantik nan populer dalam busana serba pink, yang jadi murid baru di Shiz University. Di sana ia bertemu Elphaba Thropp (Cynthia Erivo), si gadis berkulit hijau yang dikucilkan, meski anak Gubernur Munchkinland. Elphaba mengantarkan adiknya, Nessarose (Melissa Bod), sekolah di Shiz.

Kemampuan sihir tersembunyi Elphaba menarik perhatian Dekan Ilmu Sihir di Shiz, Madame Morrible (Michelle Yeoh), yang mengajaknya sekolah di Shiz. Elphaba malah jadi teman sekamar Glinda, yang terlihat manis tapi manipulatif terhadap Elphaba. Namun di saat tindakan Glinda (sebenarnya, sih, demi kepentingannya sendiri) membuat Nessarose diajak ke pesta dansa, Elphaba berterima kasih, dan mereka pun bersahabat.

Ternyata topi penyihir ini dibuat oleh nenek Galinda tapi kurang fashionable untuk cucunya. Foto: Universal Pictures
 
Ketika para Hewan di Oz mulai disingkirkan dari peran mereka dari masyarakat, terutama ketika Profesor (kambing) Dillamond (pengisi suara Peter Dinklage) ditangkap, Elphaba merasa harus mengadukannya ke Ahli Sihir Oz di Emerald City. Saat Elphaba dipanggil ke Emerald City, ia mengajak Glinda.

Pengalaman yang didapatkan Elphaba di Emerald City, termasuk bertemu Ahli Sihir Oz (Jeff Goldblum) yang selama ini dianggapnya paling bijak, ternyata berbeda dari yang ia harapkan. Meski kemampuannya sebagai penyihir 'terbuka', Elphaba menemukan kenyataan pahit yang mengubah jalan hidupnya, dan hidup Glinda juga.

Kisah tentang mereka yang di-bully karena terlihat berbeda, dan pengkhianatan dari orang yang paling dipercaya membuat cerita semua umur ini tidak bisa dibilang ringan. Apalagi sutradara Jon M. Chu (Crazy Rich Asians) patuh pada lakon musikalnya, sehingga film bagian pertama ini sangat panjang untuk sebuah film anak-anak, 2 jam 40 menit.

Untungnya tiap momen musikal sangat menghibur (setidaknya dari POV orang dewasa, ya), meski lagu yang familiar hanya Defying Gravity (karena pernah di-remake dalam serial Glee). Kehadiran Jonathan Bailey sebagai Fiyero Tigelaar, pangeran playboy yang disukai Elphaba dan Glida, cukup 'mencuci mata'.

Apakah Elphaba tetap jadi penyihir jahat jika sejak kecil diperlakukan adil? Foto: Universal Pictures

Namun core dari film ini adalah duet maut Ariana dan Cynthia, yang begitu apik memerankan karakter mereka. Apalagi Ariana; kecentilan dan ambisi Glinda bisa banget ia tampilkan. Saat itu juga, penonton langsung sepakat: Glinda = Ariana.

Ariana dan Cynthia menyanyikan nomor musikal di film ini secara live; nyanyi solo oke, duet pun keren. Cek saja duet mereka membawakan Defying Gravity; bikin merinding!

Jika Sahabat Femina suka musikal dan tahan duduk tenang berjam-jam, film ini wajib ditonton!

Baca juga:
S.COUPS, WONWOO, dan VERNON dari SEVENTEEN Siap Sapa Carat di Jakarta
12 Drakor Terbaru November: Pemanasan Para Bintang Jelang Akhir Tahun
Gladiator II: Kekuatan dan Kehormatan Pangeran Bermata Biru di Tengah Ambisi Pribadi


 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?