
Foto & Trailer: Dok. Sony Pictures Entertainment
Antoine Fuqua sang sutradara bisa dibilang ‘menjual bintang’ untuk film yang digarap ulang dari film berjudul sama yang sebelumnya tayang di 1960. Bagaimana tidak? Untuk film berdurasi 132 menit ini, Fuqua menggeret sejumlah nama-nama tenar sebagai tokoh penting. Sebut saja Denzel Washington, Chris Pratt, dan Ethan Hawke.
Film ini menceritakan tentang perkampungan bernama Rose Creek yang kaya kandungan emas. Karena tergiur dengan hasil tambang emas tersebut, seorang pengusaha kaya bernama Bartolomew Bogue (Peter Sarsgaard) berambisi untuk memiliki Rose Creek dan berusaha memilikinya dengan segala cara, termasuk dengan membeli paksa tanah warga dengan harga yang sangat murah dan membunuh para warga yang menentangnya. Dalam waktu singkat, Rose Creek pun dikuasai sheriff gadungan.
Tak tahan dengan penderitaan yang ia dan tetangganya alami, Emma (Haley Bennett) dan Teddy (Luke Grimes) pun hijrah ke Sacramento untuk mencari pertolongan. Di situlah ia bertemu dengan Sam Chisolm, seorang Brigadir Tinggi di tujuh negara. Dengan tawaran bayaran Emma, Sam pun mulai mengumpulkan orang-orang aneh yang beberapa diantaranya adalah penjahat bayaran.
Mereka adalah Josh Faraday (Chris Pratt), penjudi dan pesulap yang cerdas, Goodnight Robicheaux (Ethan Hawke), seorang penembak jitu yang melegenda, Jack Horne (Vincent D’Onofrio), pendekar dari gunung, Billy Rocks (Byung-hun Lee), ahli pisau berkebangsaan Korea, Vasquez (Manuel Garcia-Rulfo) penjahat berbahaya, dan Red Harvest (Martin Sensmeier) prajurit asli suku Indian. Di bawah arahan Sam, mereka pun mengajarkan warga bagaimana menggunakan senapan, membuat parit, dan trik berperang. Pada akhirnya, melihat semangat para warga, ketujuh tentara bayaran ini pun berjuang atas dasar sukarela.

Sebelum pertarungan dimulai, Nic Pizzolatto dan Richard Wenk selaku penulis skenario memberikan waktu para penonton mengenal karakter demi karakter ketujuh tokoh utama. Dari mulai cerita dan sejarah masa lalu hingga jokes segar cukup membuat film ini tidak membosankan. Perbedaan besar antara versi baru dari The Magnificent Seven versi tahun 1960 adalah latar belakang etnis dari karakter utama yang dulu diperankan oleh aktor berdarah Rusia bernama Yul Brynner, kini digantikan posisinya oleh Denzel Washington. Selain itu, dari segi dialog, film ini lebih terkesan ‘ramping’ dibanding film terdahulu.
Secara keseluruhan, meskipun cerita yang ditawarkan tidak berubah, Fuqua tampaknya sangat paham cara menggabungkan aksi yang heroik dan dramatis dengan pertentangan moral. Menariknya, setiap karakter penting dalam film ini mendapat momennya masing-masing. Ending kisah ini juga cukup rasional, dengan sedikit kesedihan di dalamnya. Film ini bisa Anda saksikan mulai hari ini di bioskop Indonesia. (f)
Simak trailernya di sini:
Topic
#ResensiFilm


