
Foto: Paramount Pictures
Jack Reacher (Tom Cruise) terlihat tengah berada di dalam sebuah restoran setelah melumpuhkan dua pria. Dua orang polisi masuk untuk menangkap mantan mayor dari korps polisi militer Angkatan Darat Amerika Serikat itu, disaksikan oleh tiga wanita muda yang tampak ketakutan. Tak lama kemudian, telepon pun berdering. Telepon dari Mayor Susan Turner (Cobie Smulders) itu membuktikan kata-kata Jack pada para polisi tersebut bahwa mereka salah sasaran. Adegan pembuka pun berakhir dengan sebuah plot twist: kedua polisi itulah yang justru akhirnya ditahan.
Baca juga: Kejutan belum selesai. Setelah beberapa kali berbincang dengan Susan di telepon dan berjanji untuk mengajaknya makan malam sekembalinya ia ke Washington DC, Jack justru mendapati bahwa Susan tak ada di ruang kerjanya. Susan ternyata ditahan karena tuduhan menjadi mata-mata, setelah dua anak buahnya tewas ditembak di Afganistan. Jack pun akhirnya ikut terlibat, setelah ia dituduh menganiaya pengacara Susan hingga tewas.
Di tahanan, Jack berhasil meloloskan diri dan menyelamatkan Susan, yang nyaris dibunuh di selnya. Sebagai buronan militer, keduanya tak hanya kabur dari kejaran polisi militer, namun juga seorang pemburu (Patrick Heusinger) yang mengincar nyawa mereka. Belakangan, Jack dan Susan membawa serta Samantha Dayton (Danika Yarosh), remaja yang ditengarai merupakan putri Jack yang tak pernah ditemuinya, dalam pelarian mereka, demi melindungi gadis itu.
Penelusuran Jack dan Susan terhadap kematian kedua anak buahnya menuntun mereka pada sebuah konspirasi terkait suplai senjata militer AS, yang menjadikan Susan sebagai kambing hitam. Dapatkah Jack dan Susan mengungkap siapa dalang di balik semua peristiwa ini?

Foto: Paramount Pictures
Tak seperti bagian awalnya, bagian pertengahan hingga akhir film Jack Reacher: Never Go Back tidak menawarkan banyak plot twist. Bahkan, bumbu rayuan antara Jack dan Susan di permulaan akhirnya terkesan seperti hanya sempalan.
Adegan-adegan aksi yang mewarnai perjalanan Jack dan Susan mengurai sebuah konspirasi di dalam tubuh militer di tengah masa peperangan, meskipun cukup menarik secara visual, tak banyak menawarkan ketegangan. Upaya menaburkan sedikit drama lewat konflik antara Jack dan Samantha atau Jack dan Susan juga seolah kurang greget, sebagian karena chemistry antara Tom dan Colbie yang tampak kurang terbangun.
Namun, bagi penikmat serial thriller Jack Reacher, yang lebih dulu hadir dalam bentuk novel dan disusul film pertamanya empat tahun lalu, maupun penggemar Tom Cruise, film ini lumayan untuk menjadi pengobat rindu. Selain menyaksikannya di bioskop mulai 19 Oktober 2016, Anda juga bisa bermain game berjudul Jack Reacher: Never Stop Punching yang tersedia di situs jackreachermovie.com. (f)
Sebelum menonton, simak trailernya di sini:
Resensi film lainnya:
- The Accountant, Film Action Thriller yang Menunjukkan Sisi 'Keras' Ben Affleck Saat Menjadi Akuntan
- Wajah Neraka di Film Inferno & Aksi Tom Hanks Menyelamatkan Populasi Dunia
Topic
#ResensiFilm


