Reviews
Lewat Swipe Therapy, Mira Sumanti Menemukan Diri Sendiri di Tengah Pengalaman Cinta

3 Feb 2026

Setiap orang punya jalan masing-masing dalam menemukan diri sendiri; bagi Mira Sumanti, patah hati dan pengalaman cinta lainnya adalah jalannya. Foto: Dok. Swipe Therapy


Apa yang kamu lakukan ketika rencana pernikahan kamu batal dan kencan lewat aplikasi seperti berlalu begitu saja?

Saat mengalami hal di atas, Mira Sumanti mencoba jujur kepada diri sendiri. Komentar adiknya bahwa kisah hidupnya mirip chicklit atau novel romantis era 2000-an membuatnya merangkum pengalaman tersebut dalam buku perdananya, Swipe Therapy: A Memoir of Healing After Heartbreak in the Age of Dating Apps.

Ditulis dalam Bahasa Inggris, buku ini bercerita tentang fase paling rapuh dalam hidup Mira, serta bagaimana ia menjawab pertanyaan besar yang muncul ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana.
 
“Ketika semuanya runtuh, aku tidak langsung merasa sedih. Aku merasa kosong. Dan itu justru yang paling menakutkan,” tulis Mira dalam Swipe Therapy.

Setelah rencana pernikahannya gagal, Mira mulai mencari cinta yang baru lewat aplikasi kencan atau dating apps. Swipe alias geser (kanan atau kiri) dalam memilih teman kencan, seakan validasi datang dari notifikasi.

“Aku menyebutnya swipe therapy, setengah bercanda. Tapi semakin lama, aku sadar ini bukan tentang mencari ‘The One’. Ini tentang melihat diriku sendiri, swipe demi swipe,” ungkap Mira.

Dalam Swipe Therapy, aplikasi kencan bukan pahlawan atau musuh. Ia hadir sebagai ruang eksperimen emosional, tempat Mira mengamati ulang pola relasi, ekspektasi, luka lama, dan keyakinan yang selama ini ia bawa ke dalam hubungan.

Berlatar Jakarta, Bali, San Francisco, hingga kehidupan malam Tokyo, Swipe Therapy menangkap dinamika cinta modern di ruang-ruang urban yang akrab dengan generasi hari ini.

Pengalaman Mira Sumanti bisa jadi refleksi diri sekaligus pelajaran. Foto: Dok. Swipe Therapy

Bergaya bahasa sehari-hari yang renyah, Swipe Therapy memotret kehidupan cinta perempuan urban 30-an yang universal–Sex and the City bercampur Eat Pray Love versi Mira, lengkap dengan ups-and-downs-nya.

Buku ini terasa dekat dengan realitas perempuan urban, mandiri, ambisius, terbiasa berpikir rasional, namun tetap rapuh ketika menyangkut urusan hati. Bahkan di bab The One, pembaca diajak sedikit baper dengan plot twist yang menunjukkan kalau semesta memang punya kehendak tersendiri.

Sebagai seorang global marketing executive dan creative storyteller, Mira Sumanti menghabiskan lebih dari satu dekade tinggal dan bekerja di antara Eropa dan Asia. Lintas budaya ini memengaruhinya dalam pilihan gaya hidup, serta penulisan Swipe Therapy.

Namun, siapa sangka kalau air mata bisa mengucur deras karena menanti sekian lama untuk sebuah kalimat sederhana?

Cerita dalam buku ini berakhir di masa pandemi, bikin kita penasaran, apakah sekarang Mira telah menemukan cintanya dan melupakan geser kanan-kiri lagi. 

Swipe Therapy yang juga sudah menggelar Asia Tour di Singapura dan Bangkok ini bakal beredar mulai 3 Maret 2026. (f)

Baca juga:
Pernah Dikecewakan Cinta? Nonton Film Balas Budi Bulan Ini
Ida Yulidina Menemukan Inti Diri dalam Pengabdian untuk Keluarga
4 Pesan Penting dari Can I Talk to You, Buku Refleksi Diri Seorang Ibu


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?