Beom-seok dan Sung-jae berusaha menyelamatkan kota. Foto: Plus M Entertainment
Sejak film Host (2006) karya sutradara Bong Joon-ho, bisa dibilang jika sinema Korea jago meramu kisah monster dengan rasa lokal, meski alur cerita mungkin di luar nalar.
Sementara lewat The Chaser (2008) dan The Wailing (2016), Na Hong-jin telah membuktikan diri sebagai sutradara yang cerdik menampilkan ketegangan, rasa mual, sekaligus ironi dari plot twist cerita.
Dengan portofolio 4 film panjang, ia baru saja masuk dalam daftar Top 30 Genre Filmmakers yang dirilis The Hollywood Reporter, dan jadi satu-satunya sutradara asal Korea di dalamnya.
Lalu, bagaimana kisah tentang monster di tangan Na Hong-jin? HOPE adalah hasilnya, sebuah gado-gado genre yang mungkin bukan selera setiap penonton, tapi tetap menghibur hingga detik terakhir.
Ko Beom-seok (Hwang Jung-min), kepala polisi kota kecil Hope Harbor, yang sebagian penduduknya lansia, tidak menyangka kalau laporan sepupunya, Ko Sung-ki (Zo In-sung), di pagi hari tentang sapi yang mati secara mengenaskan berbuntut bencana di kota itu.
Zo In-sung jadi pria udik yang melontarkan kalimat bikin ngakak tentang keudikannya, dalam sebuah adegan yang harusnya menegangkan. Foto: Plus M Entertainment
Kematian sapi itu membawa Beom-seok kembali ke kota dan menemukan banyak penduduk telah tewas tak kalah mengenaskan, sementara Sung-ki dan warlok sesama pemburu mengejar jejak misterius hingga ke tengah hutan.
Ternyata ada monster mengerikan meneror kota. Bala bantuan tak kunjung datang—karena sedang ada kebakaran hutan di area lain—sehingga Beom-seok melawan monster itu bersama anak buahnya, Yim Sung-jae (Hoyeon), dan Ahn Nak-yeon (Lee Sang-hee), warlok mantan tentara.
Ketika monster itu bisa dilumpuhkan, Sung-jae mendapat info dari warga bahwa masih ada monster lainnya.
Sementara itu, Sung-ki dan rombongannya di tengah hutan menemukan pesawat luar angkasa, yang berbuntut mereka dikejar-kejar beberapa alien.
Keribetan urusan monster bertambah saat Beom-seok mendapat laporan warga bernama Yang-bae (Eum Moon-suk) yang mengaku telah membunuh monster. Ketika tahu bahwa monster itu adalah bayi alien, Beom-seok dan Sung-jae mulai mendapat titik terang tentang sosok peneneror Hope Harbor.
Menghadirkan kisah satu hari di Hope Harbor, Hope diawali ketegangan tentang misteri si monster, kemudian berubah jadi rasa takut dikejar monster, berpadu bumbu humor yang asli bikin ngakak.
Semakin ke belakang, porsi humor mendominasi, termasuk di momen-momen hidup-mati—premis klasik “jagoan tidak bisa mati” berlaku di sini. Na Hong-jin, yang juga menulis skenario, seperti mengajak penonton untuk pasrah dalam tawa jika sudah super-ketakutan.
Beom-seok dan warga mencari tahu sosok monster yang meneror kota kecil mereka. Foto: Plus M Entertainment
Akting para pemain menghidupkan cerita, termasuk Hoyeon yang bisa meresapi perannya sebagai polisi pemula di kota kecil yang warloknya menyimpan banyak senjata api.
Film ini ikut dibintangi bintang-bintang internasional (dengan wajah asli tertutup efek CGI sebagai alien), yaitu Michael Fassbender, Alicia Vikander, Taylor Russell, dan Cameron Britton.
Lewat Hope, Na Hong-jin membuktikan kalau ia bisa meramu berbagai genre dalam satu film monster yang menyisakan rasa penasaran penonton, serta membuat karya berbeda dari tiga film yang ia sutradarai sebelumnya.
Mungkin Hope bukan tontonan semua orang, walau ketika diputar di Festival Film Internasional Cannes 2026 meraih 7 menit standing ovation. Tapi jika kamu ingin nonton film monster dengan cerita berlapis, film ini pas buat kamu.
Hope tayang di bioskop Tanah Air mulai 9 September 2026, rating 13+. (f)
Baca juga:
By Any Means: Kisah Nyata Agen FBI dan Pembunuh Bayaran Ungkap Misteri Pembunuhan
Kung Fu Soccer: Dilraba Dilmurat Jadi Jagoan di Lapangan Hijau
Human Vapor: Teror dengan Cerita Latar yang Pedih
Zornia Harisantoso
Topic
#koreancorner, #reviews
