Foto: dok. Twentieth Century Fox, Disney, Starvision, Decibel Films/Cloud Eight Films
Bicara soal kesetaraan gender yang didengungkan setiap 8 Maret dalam International Women's Day, Anda pasti setuju kalau film Little Women yang tayang di bioskop tanah air bulan lalu termasuk film yang memiliki napas perjuangan itu.
Dalam satu adegan, tokoh Jo March dengan lantang berkata, “Women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts. And they’ve got ambition, and they’ve got talent, as well as just beauty. I’m so sick of people saying that love is all a woman is fit for.”
Tak hanya Little Women, banyak film lain yang bisa menggugah wanita untuk memperjuangkan ambisinya dan membuktikan kalau wanita dan pria itu sejajar. Seperti beberapa film berikut:
1/ Battle of the Sexes (2017)
Film ini diangkat dari kisah nyata, lho. Mengangkat pertandingan tenis bersejarah antara Bobby Riggs dan Billie Jean King di tahun 1973. Seperti judulnya, film ini benar-benar pertandingan antar gender. Riggs seorang veteran tenis selalu meremehkan wanita, apalagi setelah ia menang dalam pertandingan eksibisi dari peringkat satu petenis wanita saat itu, Margaret Court. Ia semakin menjadi-jadi. Kicauannya membuat emosi wanita mana pun dan akhirnya memancing BJK yang semula menolak bertanding melawan Riggs. Kemenangan telak King menjadi mementum penting bagi wanita terutama di dunia tenis.
Billi Jean King dikenal sebagai wanita yang tangguh memperjuangkan kesetaraan bagi petenis wanita, antara lain dengan memimpin Original 9, kolektif berisi sembilan pemain tenis wanita untuk mendirikan Women’s Tennis Association (WTA), organisasi tenis profesional wanita sebagai tandingan Association of Tennis Professional (ATP), yang cenderung memprioritaskan petenis laki-laki. Ia juga gencar menyuarakan hadiah pertandingan yang sama antara wanita dan pria.
2/ Perempuan Berkalung Sorban (2009)
Jauh sebelum menyutradarai film Kartini (2017), Hanung Bramantyo mengarahkan film drama romantis bertema Islam ini. Film ini diadaptasi oleh Ginatri S. Noer dan Hanung dari novel berjudul sama tahun 2001 yang ditulis Abidah El Khalieqy, penulis wanita asal Jombang, Jawa Timur. Menceritakan perjalanan hidup Anissa yang hidup dalam lingkungan dan tradisi Islam konservatif di keluarga Kyai yang mengelola sebuah pesantren kecil Salafiah putri Al-Huda di Jawa Timur.
Jika semula pertanyaan tentang ketimpangan antara pria dan wanita dan pemberontakan hanya berada di pikiran dan kepalanya, akhirnya Annisa 'meledak'. Film ini saat diputar mengundang kontroversi namun menggugah untuk dikaji dari kacamata feminisme Islam.
3/ Hidden Figure (2016)
Programmer dan teknisi wanita saat ini bisa dibilang hal yang jamak. Kemampuannya pun sudah diakui, tapi ini hal yang istimewa bagai wanita di tahun 1960-an seperti dalam film ini. Bukan fiksi, film ini diambil dari kisah nyata dari perjalanan hidup Katherine Goble, seorang ahli matematika yang bekerja di NASA. Beserta dua rekannya Mary Jackson, insinyur, dan Dorothy Vaughan ahli komputer, Goble menjadi wanita kulit hitam pertama yang bekerja di NASA.
Meski menggambarkan ketimpangan perlakuan terhadap orang kulit hitam, film ini cukup fokus menceritakan tentang kesetaraan gender. Dunia penerbangan luar angkasa di sini digambarkan sangat identik dengan dunia pria. Dari sikap standar seperti disangka bagian administrasi di NASA dan tak dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya yang kebanyakan pria, ketiganya mampu membuktikan kemampuan untuk mengirim astronot ke luar angkasa.
Karakter tiga wanita ini juga seru.
4/ Mulan
Baik versi animasinya yang tayang dua puluh tahun lalu maupun versi live actionnya yang akan tayang akhir bulan ini, Mulan sama-sama mengangkat kehebatan wanita di medan perang. Mulan hidup pada masa wanita tak dianggap layak untuk berkontribusi dalam membela negara. Ia yang menggantikan ayahnya yang sudah tua untuk maju ke medan perang, harus menyembunyikan identitasnya sebagai wanita. Kecerdasan, kekuatan, dan kelihaian bela diri yang dimilikinya membuatnya tampak menonjol. Mulan akhirnya membuktikan pada raja bahwa wanita juga memiliki kekuatan yang sama dengan pria.
Disney belakangan memang menampilkan tokoh wanita kuat, seperti Moana dan Pocahontas. Jangan lewatkan saat Mulan tayang, nanti. (f)
Baca Juga:
7 Drama Korea Baru di Awal Bulan Maret
Film dan Drama Ini Cerita Tentang Hubungan Korea Selatan dan Utara
Little Women, Drama Empat Saudari Mengejar Impian
Topic
#review, #internationalwomensday, #kesetaraangender



