
Yang membuat sedih adalah kenyataan bahwa sang ayah yang mengalami keterbelakangan mental terpaksa dipisahkan dari sang putri yang selama ini diurusnya seorang diri. Dengan keterbatasannya, sang ayah yang tak bersalah tak bisa menjelaskan apa yang terjadi ketika ia dituduh telah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang anak kecil.
Sejak pertama film diputar hingga akhir cerita, emosi sedih penonton habis-habisan dikuras. Film ini berhasil menohok rasa empati kita yang melihat ketidakadilan terhadap orang yang tak berdaya dan bagaimana mengharukannya cinta di antara ayah-anak yang tak terpisahkan ini. Film ini bisa dibilang film drama terbaik dengan kisah paling mengharukan.
Selanjutnya: Heart (2006)
Topic
#film, #resensifilm




