
Dok. Prime Video
Serial thriller Korea yang menegangkan berjudul The Killing Vote kini telah tayang di lebih dari 240 negara dan wilayah di seluruh dunia. Untuk di Indonesia, serial The Killing Vote ini bisa dinikmati di Prime Video. Episode pertama dari total 12 episode ini telah dirilis pada 10 Agustus lalu dan akan diikuti dengan satu episode baru setiap Kamis. Sutradara Park Shin-woo, aktor Park Hae-jin, Park Sung-woong, dan aktris Lim Ji-yeon berbagi cerita mereka tentang peran dan cerita dari The Killing Vote pada acara konferensi pers di Seoul beberapa waktu lalu.
Penasaran apa saja fakta-fakta menarik dari The Killing Vote? Simak di sini ya!

Dok. Prime Video
1/ Premis yang menarik
Bagaimana jika suara Anda dapat menentukan nasib para penjahat yang keji? Premis itulah yang disorot dalam The Killing Vote, seperti yang dijelaskan oleh Sutradara Park Shin-woo, “Suatu hari, sebuah pesan teks dikirim kepada warga. Pesan ini menyampaikan sistem pemungutan suara untuk hukuman mati bagi para penjahat yang kejam. Serial ini merupakan thriller misteri yang memburu sosok di balik pemungutan suara nasional untuk hukuman mati. Ceritanya mengikuti para petugas polisi yang bergelut dengan dilema untuk menyelamatkan para penjahat yang pantas mati berdasarkan pemungutan suara yang dilakukan oleh sosok misterius tersebut.” Kisah baru yang memikat ini pasti akan menggugah pikiran.

Dok. Prime Video
2/ Berbagai karakter yang menarik
Mari berkenalan dengan tiga karakter utama The Killing Vote. Park Hae-jin memperkenalkan karakter detektifnya, Kim Moo-chan. “Dia terjebak dalam sebuah dilema apakah hukuman bagi penjahat tersebut adil atau tidak. Saya pikir akan menarik untuk melihat apakah dia akan tetap baik atau beralih ke sisi kegelapan.” ujar Park Hae-jin.
Park Sung-woong berkata, “Karakter saya [Kwon Seok-joo] secara ambigu berada di antara yang baik dan yang jahat. Dia seorang sarjana hukum terkenal yang telah menerbitkan buku. Dia menyerahkan diri dan dipenjara karena main hakim sendiri setelah kematian putrinya.”
Terakhir, Lim Ji-yeon berkomentar, “Karakter saya adalah seorang letnan yang bekerja untuk Biro Keamanan Siber di Badan Kepolisian Metropolitan Seoul. Dia pernah menjadi andalan di timnya, tetapi kini dianggap sebagai sosok yang merepotkan karena ketidakmampuannya untuk menahan diri dalam berbicara.” Lim Ji-yeon juga menambahkan, “Dia adalah karakter yang ramah dan relatable di tengah kegelapan.”
Park Sung-woong berkata, “Karakter saya [Kwon Seok-joo] secara ambigu berada di antara yang baik dan yang jahat. Dia seorang sarjana hukum terkenal yang telah menerbitkan buku. Dia menyerahkan diri dan dipenjara karena main hakim sendiri setelah kematian putrinya.”
Terakhir, Lim Ji-yeon berkomentar, “Karakter saya adalah seorang letnan yang bekerja untuk Biro Keamanan Siber di Badan Kepolisian Metropolitan Seoul. Dia pernah menjadi andalan di timnya, tetapi kini dianggap sebagai sosok yang merepotkan karena ketidakmampuannya untuk menahan diri dalam berbicara.” Lim Ji-yeon juga menambahkan, “Dia adalah karakter yang ramah dan relatable di tengah kegelapan.”

Dok. Prime Video
3/ Mirip seperti webtoon-nya, namun lebih hidup
Ada banyak drama Korea yang diadaptasi dari webtoon populer dan selalu menarik untuk melihat bagaimana ceritanya dihidupkan di layar. Ketika ditanya yang membedakan serial ini dari webtoon aslinya, Sutradara Park Shin-woo berkata, “Serial kami memiliki ketegangan dan berfokus pada aspek laga. Para pemain juga menyempurnakan karakter mereka, sehingga menurut saya para karakternya akan terasa hidup dan nyata dibandingkan dengan karakter webtoon.” Dia juga membahas bagaimana sang penulis naskah melakukan pekerjaan yang hebat dalam menghubungkan webtoon dengan naskahnya. Sang sutradara mulai merencanakan serial ini beberapa tahun yang lalu, sehingga dipercaya dapat memenuhi ekspektasi para penonton.

Dok. Prime Video
4/ Chemistry para pemain
Setelah beradu akting dalam serial Man to Man di tahun 2017, para penggemar dapat kembali menantikan chemistry yang hebat antara Park Sung-woong dan Park Hae-jin. “Man to Man merupakan sebuah komedi ringan, namun untuk serial ini, kami mendiskusikan bagaimana cara berakting. Selama latihan, Park Hae-jin benar-benar menangis. Kami sebenarnya lebih sering bertemu selama pembuatan serial ini. Kami bahkan membaca naskah bersama. Kami juga mencoba membaca peran satu sama lain.” ujar Park Sung-woong.
Park Hae-jin menambahkan “Park Sung-woong seperti saudara kandung bagiku. Saya tidak punya saudara laki-laki, tetapi Park Sung-woong terasa seperti itu. Saya bisa menyampaikan kekhawatiran saya kepadanya.” Park Sung-woong membalas dengan memuji akting Park Hae-jin dan upayanya untuk menambah berat badan 10 kilogram, “Saya terkejut melihat bagaimana dia bekerja keras untuk menambah berat badan demi perannya. Dia benar-benar membentuk otot saat makan protein.” Tentunya kita tidak sabar untuk melihat tipe chemistry yang berbeda antara para aktor di The Killing Vote!
Park Hae-jin menambahkan “Park Sung-woong seperti saudara kandung bagiku. Saya tidak punya saudara laki-laki, tetapi Park Sung-woong terasa seperti itu. Saya bisa menyampaikan kekhawatiran saya kepadanya.” Park Sung-woong membalas dengan memuji akting Park Hae-jin dan upayanya untuk menambah berat badan 10 kilogram, “Saya terkejut melihat bagaimana dia bekerja keras untuk menambah berat badan demi perannya. Dia benar-benar membentuk otot saat makan protein.” Tentunya kita tidak sabar untuk melihat tipe chemistry yang berbeda antara para aktor di The Killing Vote!

Dok. Prime Video
5/ Makna keadilan
Keadilan benar-benar menjadi inti dari cerita ini. Ketika sosok bertopeng memberikan eksekusi sesuai dengan pemungutan suara hukuman mati nasional, berbagai karakter merenungkan kembali apa arti keadilan bagi mereka. Ketika ditanya apa yang akan mereka lakukan jika mendapat permintaan untuk ikut serta dalam hukuman mati nasional, masing-masing pemain memberikan jawaban yang berbeda. Lim Ji-yeon berkata, “Saya pikir saya akan berhati-hati dan curiga apakah itu adalah phishing suara, dan akan menyelidikinya. Jika itu adalah hal yang nyata dan benar-benar menentukan keadilan, maka saya mungkin akan berpartisipasi.”
Park Sung-woong menyatakan, “Saya bukan tipe orang yang curiga, jadi saya pikir saya akan memilih saja.”
Sementara Park Hae-jin berkomentar, “Bahkan setelah mengonfirmasi bahwa itu adalah pemungutan suara yang sah, saya rasa saya tidak dapat berpartisipasi dengan mudah. Jika saya memilih, saya pikir saya akan menderita karena rasa bersalah. Saya tipe orang yang mudah khawatir.” Dilema moral di serial ini memang cukup mendalam.
Baca juga:
9 Inspirasi Airport Fashion Aktris Korea. Siap Travelling!
Serba Pulau Jeju, Pastry Chef Justin Lee Dirikan Toko Gelato Pertamanya
Cha Eun Woo Ditunjuk Menjadi Duta Kehormatan Visit Korea Tahun 2023-2024
Park Sung-woong menyatakan, “Saya bukan tipe orang yang curiga, jadi saya pikir saya akan memilih saja.”
Sementara Park Hae-jin berkomentar, “Bahkan setelah mengonfirmasi bahwa itu adalah pemungutan suara yang sah, saya rasa saya tidak dapat berpartisipasi dengan mudah. Jika saya memilih, saya pikir saya akan menderita karena rasa bersalah. Saya tipe orang yang mudah khawatir.” Dilema moral di serial ini memang cukup mendalam.
Baca juga:
9 Inspirasi Airport Fashion Aktris Korea. Siap Travelling!
Serba Pulau Jeju, Pastry Chef Justin Lee Dirikan Toko Gelato Pertamanya
Cha Eun Woo Ditunjuk Menjadi Duta Kehormatan Visit Korea Tahun 2023-2024
Topic
#FeminaIndonesia, #KoreanCorner, #KDrama


