
Agar tak bete di perjalanan, masukkan 10 album ini dalam daftar play list Anda.
Death Of A Bachelor
Panic! at The Disco/ Warner Music

Dalam album kelima band rock asal Amerika ini, vokalis Brendon Urie menulis beberapa lagu yang terinspirasi dari kehidupan pribadinya, tentang keluarga dan istrinya. Dengarkan Victorious, Golden Days, Emperor's New Clothes, dan Impossible Year. Perpaduan musik pop, dance, electro, dan rock membuat xx lagu dalam album ini lebih berwarna.
Taking One For the Team
Simple Plan/Warner

Perlu waktu dua tahun bagi band asal Kanada ini untuk merampungkan album kelimanya. Pierre, Chuck, Jeff, Sebastien dan David masih setia menampilkan lagu-lagu beraliran pop-punk yang ringan di telinga, seperti dalam lagu I Don’t Wanna Be Sad. Band ini juga bereksperimen dengan mencoba gaya baru yang betul-betul pop dalam lagu I Don’t Wanna Go to Bed, berkolaborasi dengan Nelly. Seperti biasa, album mereka didominasi lagu riang yang bisa membangkitkan semangat.
Jalur Alternatif
Marcello Tahitoe/Sony

Akhirnya Marcello Tahitoe atau Ello yakin bahwa rock alternatif adalah aliran musik yang paling cocok dengan jati dirinya. Menggandeng musikus ternama seperti Ridho ‘Slank’, Baron, Ikmal Tobing, Yoyo 'Musikimia', Magi '/rif', Timotius’, dan Brian 'SO7', Ello siap menanggalkan kesan manis yang sempat melekat padanya. Sebagai pemanasan, Ello sudah melempar hits single berjudul Berdiri Sampai Mati pada September 2015, yang mendapatkan reaksi positif dari pencinta musik. Berdiri Sampai Mati merupakan dedikasi Ello terhadap mendiang ibunya, Diana Nasution.
All Time Best
Depapepe/ Sony

Memperingati 10 tahun debut mereka, Miura ‘Depa’ Takuya dan Tokuoka ‘Pepe’ Yoshinari mengajak fans-nya memilih lagu untuk dimasukkan dalam album ini. Hasilnya, sebuah koleksi yang wajib dimiliki oleh penggemar duo gitaris asal Jepang ini. Teknik yang mumpuni, rumit namun terdengar jernih dan nyaman di telinga, adalah ciri khas musik mereka.
Wildfire
Rachel Ashley Platten/ Sony Music

Lagu Stand By You, yang menjadi pembuka di album terbaru penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat ini diprediksi bisa menyaingi single hit miliknya, Fight Song. Lirik yang positif dan iramanya yang riang menjadi pemberi semangat untuk memulai hari. Setelah sepuluh tahun menjajal peruntungan di dunia musik, tahun ini diprediksi sebagai tahunnya Rachel. Jadi, jangan lewatkan album terbarunya yang berisi 12 lagu, seperti Speechless, You Don’t Know My Heart, dan Better Place ini.
Love You to Death
Tegan and Sara/Warner Bros Records Inc.

Duo adik kakak asal Kanada, Tegan dan Sara, selalu membawa musik yang berbeda. Sentuhan disko pop klasik menjadi tema besar album ini. Lagu That Girl menjadi pembuka yang manis. Lagu tentang patah hati ini tidak digambarkan dengan penuh keharuan, melainkan lewat lirik yang pedas dan sarkastis.
Me Before You
Universal Music Indonesia

Foto: Universal Music Indonesia
Film Me Before You menceritakan tentang seorang wanita di sebuah kota kecil yang menjalani hubungan dengan pria yang dia rawat karena lumpuh. Lagu-lagu romantis seperti Don’t Forget About Me (Cloves), Happy with Me (HOLYCHILD), The Sound (1975), dan Unsteady (Erich Lee Gravity Remix) yang dibawakan X-Ambassadors terdengar manis sesuai dengan film drama tersebut yang diadaptasi dari novel laris karya Jojo Moyes. Tentu saja Anda akan senang mendengarkan alunan suara Ed Sheeran yang membawakan lagu Photograph. Nikmati lagu Not Today karya band Imagine Dragons, yang cocok mewakili hangatnya cinta di musim panas.
A Moon Shaped Pool
Radiohead/XL Recordings

Dibayangi kandasnya percintaan sang vokalis, Thom Yorke, album kesembilan Radiohead sarat dengan suasana sendu. Dengarkan lagu Daydreaming yang menggambarkan rasa kehilangan sangat dalam. Menariknya, sebagian besar lagu di album ini justru merupakan lagu-lagu yang sudah sering dinyanyikan di konser mereka. Dijamin ear catching. (f)


