Padahal pilihan busana pria kini semakin beragam dan membaurkan batas gender. Sosok pria muda dan sadar mode bahkan mulai menggunakan padu padan busana sebagai bentuk ekspresi identitas serta luapan emosi mereka. "Pria justru memiliki cara unik dalam mengekspresikan dirinya melalui cara mereka berpakaian," ujar Wilsen Willim.
Koleksi huMan dari Wilsen Willim yang menghadirkan konsep kebebasan pria dalam bergaya. Foto: Dok. Wilsen Willim
Di PIMFW 2024, Wilsen Willim menghadirkan konsep kebebasan pria dalam bergayanya, terangkum dalam koleksi bertajuk huMan, dengan 29 looks busana pria dan 6 looks busana wanita. Semuanya siap pakai dalam gaya urban kontemporer yang mengedepankan kekuatan jenama ini pada teknik tailoring.
Material katun, katun jepang, tulle, dan jahit tindas dikemas menjadi potongan celana, celana pendek, jaket, jas, mantel, kemeja, celemek lipit, korset, rok, dan kaus yang dituangkan dalam warna netral seperti putih, hitam, biru gelap, dan abu.
Kincir angin serta beragam tekstur dan detail menonjol di koleksi ini. Foto: Dok. PIMFW 2024
Show Wilsen Willim ditutup dengan para model berpose ala live mannequin di runway, dan penonton bebas ke runway untuk melihat lebih dekat koleksinya, termasuk menyentuh tekstur busana atau detailnya, termasuk detail ikonik Wilsen Willim, kincir angin atau pinwheel.
Yang menarik, kincir angin sebagai ciri khas jenama Wilsen Willim itu tak sekadar tempelan, tapi juga mengilhami siluet dari busana itu sendiri atau jadi detail mumpuni. Jika sentuhan elemen kincir angin itu hilang, maka busana itu tidak sempurna; tak ubahnya para pria yang belum merdeka jika tak bebas bergaya....
Baca juga:
5 Fakta Menarik Mawar de Jongh, Nomor 3 So Sweet!
STUDIOMORAL Collection: 03, Nostalgia Gaya Pandu Modern
Parisian Chic ala Sandro, OOTD dalam Kemewahan Terjangkau
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal


