Profile
Seni Lintas Batas Bagi Tintin Wulia, Wakil Indonesia di Venice Art Biennale 2017

23 Oct 2017

 

Dua tahun kuliah di Berklee College of Music, USA, tahun 1997, Tintin lulus dengan gelar Bachelor of Music (Film Scoring) dengan hasil membanggakan, magna cum laude. Berselang satu tahun, Tintin juga menyelesaikan kuliahnya yang sudah berlangsung selama hampir 8 tahun di Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan Bandung, dengan gelar sarjana arsitektur.

Dengan dua gelar di tangan, sarjana arsitektur dan musik, Tintin justru memilih berkecimpung di dunia film. Ia membuat film-film pendek dan bekerja sebagai editor di sebuah rumah produksi film. Salah satu film pendek karyanya yang berjudul Violence Against The Fruits (2000)  bercerita tentang kekerasan terhadap etnis Tionghoa di Indonesia (1998), telah beberapa kali masuk festival film dan pameran seni video.

Tahun 2002, ia juga mendirikan Minikino, sebuah organisasi film yang menyelenggarakan diskusi dan pemutaran film. Semua itu ia lakukan tak lain karena rasa ‘haus’ akan interaksi yang lebih jauh dengan penikmat filmnya. Ia tidak ingin karyanya berhenti di ruang itu.

“Saya merasa, film itu kita tonton di ruang gelap, bahkan komunikasi dengan orang yang duduk di sebelah pun tidak terjadi, sifatnya hanya satu arah. Itu sebabnya, saya membuat Minikino yang fokusnya pada pemutaran film-film pendek dan disertai dengan diskusi setelah film,” kata wanita yang piawai bermain piano ini.

Krisna Murti dan Hafiz Rancajale adalah dua seniman video Indonesia yang disebut-sebut Tintin membawa dirinya masuk jauh ke dalam lingkup seni rupa. Hingga ia mendapatkan gelar baru sebagai ‘seniman video’.

Dari sinilah perjalanan seninya tak pernah putus, melanglang buana dari satu pameran ke pameran internasional lainnya. Sebut saja Istanbul Biennale (2005), Jakarta Biennale (2009), Moscow Biennale (2011), Gwangju Biennale (2012), Asia Pacific Triennale (2012), dan Sharjah Biennale (2013). Karya seninya juga dipamerkan di museum internasional dan menjadi koleksi pribadi, seperti Van Abbemuseum, Singapore Art Museum, dan He Xiangning Art Museum.

Lantas, apa proyek terbaru Tintin? “Ada beberapa proyek yang sedang saya kembangkan. Dalam waktu dekat ini saya akan mengikuti pekan seni media di Pekanbaru, Riau, lalu proyek di Quensland Modern Art Gallery,” kata penggemar Marvel ini, tersenyum. (f)

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#wanitahebat, #profil, #seni

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?