Profile
Rara Sekar di Antara Musik, Pendidikan, dan Berkebun

19 Jun 2021

Foto: dok. pribadi


Lima tahun lalu saat grup musik Banda Neira terbentuk, saat itulah nama Rara Sekar pertama kali dikenal publik. Namun, musisi yang juga berprofesi sebagai antropolog ini punya minat yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Karena itulah, wanita yang mendapatkan gelar master di bidang antropologi budaya dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru, ini menggabungkan ketiga bidang yang disukainya tersebut menjadi satu.

Rara sejak lama aktif mempraktikkan berbagai kegiatan ramah lingkungan, terutama berkebun. "Berdasarkan pengalaman pribadi, berkebun di rumah bisa membuka pintu menuju kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan. Merawat tanah berarti merawat lingkungan, sekaligus merawat ekosistem yang tumbuh dan tergantung pada tanah, termasuk manusia,” kata Rara, yang juga mengampanyekan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos dan menggunakannya langsung di dua kebun keluarganya.

Kakak Isyana Sarasvati ini memandang, pada dasarnya manusia yang tinggal di kota seperti dirinya sendiri memang sudah tercerabut dari hubungan yang dalam dengan alam. Sehingga, aksi menanam sesederhana apa pun, dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan lagi hubungan yang sudah rapuh dengan alam. Jika tidak memiliki kemewahan dalam rupa lahan luas milik sendiri, menanam di lahan terbatas sekalipun bisa dilakukan. Rara mencontohkan, bisa menggunakan pot, bisa memanfaatkan rooftop, bisa juga mengerjakan secara kolektif bersama tetangga.

Beberapa waktu lalu Rara juga menjadi salah satu dari 11 inspirator dalam acara Youth Virtual Conference #UntukmuBumiku yang diadakan oleh Tempo Media Group. Kegiatan ini menghimpun 223 orang muda dari berbagai daerah di Indonesia yang kemudian bersama-sama menyuarakan sebuah manifesto, bahwa sebagai orang muda mereka ingin didengar dan diajak bekerja sama untuk mengatasi perubahan iklim.

Sebagai musisi, Rara juga rajin menciptakan lagu yang terinspirasi dari pengalamannya berkebun, misalnya lagu Kebun Terakhir. Album terbarunya, Kenduri, bahkan baru dirilis 7 Juni lalu. “Nantinya akan ada rangkaian karya yang menjadi karya komplementer dari album musik yang berbasis penelitianku dengan petani-petani muda di Jawa. Karena aku dan suamiku Ben bergerak di bidang pendidikan kritis, kami berusaha memperluas pengetahuan-pengetahuan ini agar bukan cuma menjadi pengetahuan pinggiran, melainkan juga pengetahuan arus utama, khususnya tentang isu lingkungan yang berkelindan dengan isu pembangunan dan isu sosial,” kata Rara, yang menjadi mentor di Arkademy, sebuah kolektif fotografi yang berfokus pada pendidikan fotografi kritis dengan pendekatan interdisipliner. (f)


Baca Juga: 
Edwina Waas, Make Over Ruang Agar Tampak Segar dan Stylish
Paulina Purnomowati : Kandidat The Apprentice dari Indonesia yang Terus Melaju
Febriany Eddy: Melihat Kesempatan di Setiap Tantangan
 


Topic

#rarasekar, #antropolog, #isyanasarasvati

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?