Profile
Nilamsari Scale-Up Bisnis Kebab Turki Baba Rafi dengan Terapkan Sistem Franchise

23 Nov 2020


Dok. Nilamsari



Tentu, impian bagi banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) adalah bisa mengekspansi bisnisnya lebih meluas. Membuat bisnisnya makin dikenal khalayak luas dan memiliki toko di kota-kota lain. 

Namun, untuk bisa ekspansi bisnis secara meluas bukanlah perkara mudah. Butuh jalan yang panjang, persiapan yang tidak sedikit dan tentunya mental yang kuat jika menghadapi kegagalan. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk bisa ekspansi bisnis dengan meminimalisir risiko yang ada. 

Inilah juga dilakukan Kebab Turki Baba Rafi, salah satu bisnis makanan franchise asal Indonesia yang berkembang sangat pesat dan cepat. Bagaimana tidak, sejak tahun 2003 didirikan hingga sekarang, Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki 1300 kedai di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua, dan 68 outlet di 10 negara di dunia. Bahkan brand lokal ini didapuk sebagai brand dengan jumlah outlet terbanyak di dunia.

Nilamsari, CEO dan Founder Kebab Turki Baba Rafi, memaparkan bahwa salah satu modal yang menurutnya harus dimiliki oleh para pebisnis jika ingin mengekspansi usahanya, adalah niat dan harus kuat mental.

“Karena bisnis itu banyak celah jatuh dan bangun. Tapi ketika ada masa krisis, selalu ada peluang di sana,” ujarnya menekankan.

Sejak pertama berdiri, Nilam mengakui bahwa salah satu fokus dari Kebab Turki Baba Rafi adalah ingin mengekspansi bisnis dengan cara berbagi. Pasalnya ia mengerti betul bahwa jika ingin ekspansi bisnis dengan buka outlet sendiri, maka perkembangannya tentu akan lama, sedangkan mereka berlomba dengan waktu untuk semakin dikenal. Maka pada akhirnya, Kebab Turki Baba Rafi pun setuju untuk menggunakan sistem franchise pada tahun 2007. 

Basically franchise itu kan kita menjual IP (intellectual property) kita dengan menggunakan modal orang lain. Menggunakan nama, license dan knowledge kita yang sudah proven bisnisnya dan kita duplicate.” ujar Nilam lagi yang juga menggunakan media seperti kontainer sebagai tempat jual untuk meminimalisir risiko rugi. Apabila terjadi kerugian, tinggal pindah tempat tanpa harus meninggalkan toko jadi dengan biaya yang mahal.

Di sisi lain, berdasarkan pengalaman Nilam membesarkan Kebab Turki Baba Rafi, ada poin penting lainnya yang tak boleh ditinggalkan ketika harus ekspansi bisnis. Yaitu menggunakan platform media digital untuk mengenalkan produk ke pasar seluas-luasnya.

“Jauh lebih efektif menurut saya adalah memasarkan lewat website, media sosial seperti Facebook. Jadi kita punya alat untuk mengembangkan branding dari perusahaan kita selama 24 jam, setiap saat. At the end of the day, orang yang akan membuka Kebab Turki Baba Rafi adalah karena mencari kita melalui media sosial atau website,” papar Nilam yang mengaku penggunaan Facebook banyak membantu mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi.

Ingin bisnis Anda naik kelas seperti Nilamsari? Dapatkan kesempatan untuk mengembangkan bisnismu dengan mengikuti Scale-Up Program persembahan Femina dan Facebook #SheMeansBusiness.

Segera daftarkan diri Anda dengan klik link berikut : https://bit.ly/3p0u0wv
(*) batas waktu pendaftaran : 27 November 2020

Program ini GRATIS dan hanya diperuntukkan bagi 100 wanita wirausaha yang akan dikurasi oleh tim Femina.

Syarat & Ketentuan Berlaku :
- Wanita Wirausaha / Business Owner kategori Fashion dan Food
- Usia minimal 21 tahun
- WNI, berdomisili di Indonesia
- Memiliki usaha aktif minimal 2 tahun
- Wajib memiliki izin usaha (NIB/CV/PT, dll)
- Memiliki karyawan minimal 3 orang
- Produk kreasi sendiri
- Aktif menggunakan Facebook & Instagram
- Mengisi formulir dengan lengkap dan bersedia mengikuti program Scale Up 6x dalam periode Desember 2020 - Februari 2021.



BACA JUGA :
Uma Hapsari Scale Up Bisnis Amazara dengan Mengembangkan Desain Produk
Kiat Lintang Wuriantari, Co-Founder Matchamu, Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
Amanda Cole, Co-Founder Sayurbox, Berdayakan Petani Lokal dengan Platform Digital



 


Topic

#nilamsari, #wanitawirausaha, #kebab, #franchise

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?