
Foto: Dok. Pribadi
Bisnis Scale Up
Selama dua tahun belakangan, bisnis Matchamu telah bertumbuh baik dalam skala maupun eksekusinya. Karena itu menurut Lintang, membuat dan menjalankan produk Matchamu saat ini sudah tidak lagi bisa impulsif dan insidental lagi seperti dulu yang ketika skala dan risikonya masih kecil.
Lintang pun cukup yakin bahwa bisnis teh di Indonesia masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Walaupun tradisi teh dikenal luas masyarakat Indonesia, namun konsumsi teh nasional diperkirakan masih 350 gram per kapita per tahun. Angka itu hanya menempati peringkat 40 dari negara-negara sedunia.
Lintang pun cukup yakin bahwa bisnis teh di Indonesia masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Walaupun tradisi teh dikenal luas masyarakat Indonesia, namun konsumsi teh nasional diperkirakan masih 350 gram per kapita per tahun. Angka itu hanya menempati peringkat 40 dari negara-negara sedunia.
“Untuk membawanya ke Indonesia sebagai matcha original hampir mustahil karena rasanya sangat tajam seperti jamu. Jadi campaign kami untuk minum matcha yang lebih casual seperti minum teh tarik,” ungkapnya.
Lintang melihat ini sebagai tantangan agar bisnisnya scale up. Apalagi kini, Matchamu telah memiliki pabrik sendiri yang beroperasi di Yogyakarta, sehingga baik sales, marketing, sourcing, supply chain, production, sampai manpower menjadi tantangan baru bagi Lintang dan timnya.
“Kalo meminjam istilah Pak Jokowi, saat ini kami sedang melakukan revolusi mental, dari mental industri rumah tangga skala regional Jogja, harus memantik diri untuk bisa meng-handle dan menaklukkan skala nasional. Misalnya, nggak boleh manja, minta tolong diurusin Halal, BPOM, bikin PT apa-apa nunggu dari pemerintah. Dulu Matchamu bikin sendiri, bahkan di skala UMKM pun kami sudah PKP (Pengusaha Kena Pajak), jadi perpajakan dan finance kita sudah rapi sejak dini,” katanya.
Kuncinya adalah inovasi. Saat ini Matchamu telah memiliki tiga produk retail yaitu Matchamu Matcha Latte, Matchamu Hojicha Latte, dan Abang Teh Tarik. Ada juga 36 produk food service yang terus tumbuh.
Menjadi supplier beberapa chain cafe besar di Indonesia, seperti Starbucks, Kopi Kenangan, dan UpNormal, Matchamu berusaha mempertahankan prinsip produknya sejak awal yaitu all natural, carefully crafted from best quality ingredients. Selama ini, bahan baku teh matcha yang dipakai memang dari Jepang. Tapi menurut Lintang, Matchamu terus berinovasi dan memasukkan produk teh lokal, salah satunya teh hitam Indonesia untuk produk Abang Teh Tarik. Ada juga powder drinks lain dari buah-buahan Indonesia seperti pisang, stroberi, talas, bit, mangga dan nanas.
Lintang bersyukur, kini bisnis Matchamu terus berkembang hingga memiliki pabrik dan mendapatkan pendanaan. Datang dari latar belakang yang beda sekali dengan Food Industry justru dirasakan Lintang sebagai keuntungan tersendiri.
“Kita jadi sensitif dengan market/partner/network kita, karena we don’t know what we don’t know jadi harus lebih ekstra hati-hati membuat pilihan yang tidak gegabah,” ungkap wanita yang punya prinsip bisnis itu untuk berbagi kebaikan dan bisa menolong orang banyak, bukan untuk ego sendiri.
Ia percaya, siapapun dia, jika memiliki fokus, persistent, dan push all boundaries dalam menjalankan bisnis, akan ada hasil yang menjanjikan di kemudian hari. Lintang mengaku cukup beruntung bisa menjalankan bisnis bersama sang suami, sehingga bisa lebih mudah bertukar ide dan menyamakan mimpi. Meski begitu, membagi peran tetap penting dilakukan agar masing-masing mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai kesuksesan bisnis.
“Success is when you never give up. Dicamkan dengan baik sehingga bila kita lagi down, kita sudah janji pada diri sendiri untuk tidak menyerah. Hidup dan bisnis pasti ada naik turunnya. Kadang bisa buruk dan merasa everything didn’t work, itu waktunya step back and slow down and look wider. Ketika situasi tidak baik ini adalah pertanda ada sesuatu yang nggak beres dan harus diberesin dulu karena selama ini nggak terperhatikan. Bila sudah all out semua effort, kita percaya akan ada waktunya things will recover better than before,” tutupnya. (f)
Baca Juga:
Catherine Hindra, Menjadi Pemimpin Bukan Bos
Prof. Dr-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng Profesor Energi yang Senang Lobbying
Bisnis Jamu Dailywell Berawal dari Jus Bawang Putih
Ia percaya, siapapun dia, jika memiliki fokus, persistent, dan push all boundaries dalam menjalankan bisnis, akan ada hasil yang menjanjikan di kemudian hari. Lintang mengaku cukup beruntung bisa menjalankan bisnis bersama sang suami, sehingga bisa lebih mudah bertukar ide dan menyamakan mimpi. Meski begitu, membagi peran tetap penting dilakukan agar masing-masing mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai kesuksesan bisnis.
“Success is when you never give up. Dicamkan dengan baik sehingga bila kita lagi down, kita sudah janji pada diri sendiri untuk tidak menyerah. Hidup dan bisnis pasti ada naik turunnya. Kadang bisa buruk dan merasa everything didn’t work, itu waktunya step back and slow down and look wider. Ketika situasi tidak baik ini adalah pertanda ada sesuatu yang nggak beres dan harus diberesin dulu karena selama ini nggak terperhatikan. Bila sudah all out semua effort, kita percaya akan ada waktunya things will recover better than before,” tutupnya. (f)
Baca Juga:
Catherine Hindra, Menjadi Pemimpin Bukan Bos
Prof. Dr-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng Profesor Energi yang Senang Lobbying
Bisnis Jamu Dailywell Berawal dari Jus Bawang Putih
Faunda Liswijayanti
Topic
#bisnis, #wanwir, #profilbisnis, #profil


