
Foto: Dok. Pesona.co.id
1/ Tri Mumpuni Raih The World’s 500 Most Influential Muslim 2021
Tri Mumpuni yang kembali diakui dunia atas keberhasilannya menghadirkan listrik di puluhan titik di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Baru-baru ini, nama wanita kelahiran Semarang, 6 Agustus 1964 ini masuk ke dalam daftar The World's 500 Most Influential Muslim 2021. Dalam daftar tersebut, Tri Mumpuni menjadi salah satu tokoh Indonesia yang namanya tercantum bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya, termasuk Presiden Joko Widodo.
Keberhasilan Tri Mumpuni - akrab disapa Puni - ‘menerangi desa’ dengan menghadirkan listrik, sebenarnya sudah dilirik dunia internasional sejak lama. Berderet penghargaan pun pernah ia dapatkan, seperti Climate Hero 2005 dari World Wildlife for Nature, Ashden Awards 2012, dan Magsaysay Awards 2012.
Puni masuk tokoh muslim berpengaruh versi The Muslim 500 untuk kriteria Sains dan Teknologi bersama 21 tokoh muslim lainnya dari berbagai negara dunia. The Muslim 500 menuliskan Tri Mumpuni sebagai sosok yang sudah mendedikasikan waktunya dalam 15 tahun terakhir untuk meningkatkan kinerja masyarakat perdesaan di Indonesia melalui inisiatif inisiasi elektrifikasi dengan mengembangkan pembangkit tenaga listrik mikro-hidro. Karyanya telah diterapkan di 65 desa di seluruh Indonesia dan sebuah desa di Filipina.
Puni merupakan Direktur Eksekutif Ibeka (Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan pengembangan komunitas melalui penyediaan energi lokal, terutama hydroelectricity dan air bersih.
Bersama sang suami, Iskandar Budiarso Kuntoadji, ia memelopori model kemitraan masyarakat untuk membangun pembangkit listrik kecil yang bisa dimiliki secara merata oleh masyarakat dan sektor swasta.
Hidup Tri Mumpuni memang tidak jauh dari ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat, terutama yang berada di desa-desa kecil. Sosok yang bersahaja, rendah hati, dan ramah ini punya ide besar membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi listrik bagi wilayah yang belum terjangkau atau sulit dijangkau oleh PT PLN dengan memanfaatkan potensi energi air yang terdapat di lokasi setempat untuk menggerakkan turbin.
Dalam pengembangannya, Puni besama Tim Ibeka tidak hanya sekadar membangun turbin dan fasilitas, lebih jauh mereka mengedukasi masyarakat setempat untuk dapat mandiri mengelola dan mengurus mesin turbin yang telah ada.
Termasuk juga mengembangkan kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga alam, terutama sungai yang menjadi sumber air untuk menggerakkan turbin listrik. Karena, menurut Puni, agar pembangkit listrik tenaga air dapat menjalankan fungsinya terus-menerus maka daerah tangkapan air di hulu harus dipertahankan seluas 30 kilometer persegi, tidak boleh ada penebangan hutan dan vegetasi.
Bagi alumni Institut Pertanian Bogor, Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian ini listrik untuk desa terisolir bukanlah tujuan akhirnya, melainkan membangun pemberdayaan masyarakat khususnya secara ekonomi. Dengan adanya listrik diharapkan ekonomi masyarakat dapat terbangun dan sekaligus membantu pemerintah untuk melistriki desa-desa terpencil.
Baca Selanjutnya: 2/ Prof dr Adi Utarini, MSc, MPH, PhD Masuk dalam Daftar Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020
Faunda Liswijayanti
Topic
#profil, #ilmuwanindonesia, #penghargaaninternasional



