
Foto: Pixabay
Menjelang hari-hari istimewa, banyak celah berbisnis yang menjanjikan laba berlipat ganda. Sayangnya, akibat salah kaprah dalam memandang bisnis musiman, banyak wirausaha melewatkan peluang untuk tetap dapat meraih keuntungan sesudah musim perayaan berlalu.
Berikut kiat dari Mike Rini Sutikno, CFP., konsultan bisnis dan perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi.
1/ Kenali peluang dan tantangannya
Dengan umur bisnis musiman yang pendek namun frekuensi yang berulang, Anda tak hanya perlu membangun usaha, namun juga memerhatikan kesinambungan (continuity) dan keberlanjutan (sustainability) dari bisnis tersebut
2/ Tentukan fokus bisnis dan produk yang ditawarkan
Memilih ceruk bisnis adalah kelanjutan dari memanfaatkan peluang berupa melonjaknya tingkat konsumsi menjelang perayaan tertentu. “Contohnya pilihan merchandise yang akan dijual, atau berfokus pada tematiknya,” saran Mike.
3/ Lakukan riset pasar
Berbekal riset pasar, pebisnis musiman dapat mengetahui kebutuhan pasar dan jenis produk yang ditawarkan para pesaing, sehingga bisa memberikan keistimewaan pada produk yang mereka tawarkan. Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah, ‘Mengapa konsumen harus membeli dari saya?’
“Salah satu alternatif pendekatan yang bisa dilakukan adalah pendekatan personal, agar konsumen mendapatkan pengalaman positif lewat produk mereka,” jelas Mike.
4/ Jeli memanfaatkan periode emas
Menjelang masa musim perayaan, periode ini hadir dalam waktu yang singkat. Jika tak cermat, bukan hanya peluang bisnis yang lepas dari genggaman, namun biaya produksi pun bisa membengkak. Salah satu caranya adalah menyetok bahan baku saat harganya masih murah.
5/ Tetap lanjut setelah musim berlalu
“Keuntungan bisnis musiman bisa disisihkan lagi untuk bisnis musiman lain di tahun yang sama, karena masyarakat tetap punya daya beli,” Mike mengingatkan. Untuk mengantisipasi karakteristik musim perayaan yang berlainan, pebisnis musiman pun harus mampu mengakomodir rupa-rupa kebutuhan konsumen. (f)
Baca juga:
Sukses Berbisnis Musiman
Trik Hemat Demi Bisnis
Ramalan Shio 2017 (Khusus Karier dan Bisnis)
Berikut kiat dari Mike Rini Sutikno, CFP., konsultan bisnis dan perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi.
1/ Kenali peluang dan tantangannya
Dengan umur bisnis musiman yang pendek namun frekuensi yang berulang, Anda tak hanya perlu membangun usaha, namun juga memerhatikan kesinambungan (continuity) dan keberlanjutan (sustainability) dari bisnis tersebut
2/ Tentukan fokus bisnis dan produk yang ditawarkan
Memilih ceruk bisnis adalah kelanjutan dari memanfaatkan peluang berupa melonjaknya tingkat konsumsi menjelang perayaan tertentu. “Contohnya pilihan merchandise yang akan dijual, atau berfokus pada tematiknya,” saran Mike.
3/ Lakukan riset pasar
Berbekal riset pasar, pebisnis musiman dapat mengetahui kebutuhan pasar dan jenis produk yang ditawarkan para pesaing, sehingga bisa memberikan keistimewaan pada produk yang mereka tawarkan. Pertanyaan kunci yang perlu dijawab adalah, ‘Mengapa konsumen harus membeli dari saya?’
“Salah satu alternatif pendekatan yang bisa dilakukan adalah pendekatan personal, agar konsumen mendapatkan pengalaman positif lewat produk mereka,” jelas Mike.
4/ Jeli memanfaatkan periode emas
Menjelang masa musim perayaan, periode ini hadir dalam waktu yang singkat. Jika tak cermat, bukan hanya peluang bisnis yang lepas dari genggaman, namun biaya produksi pun bisa membengkak. Salah satu caranya adalah menyetok bahan baku saat harganya masih murah.
5/ Tetap lanjut setelah musim berlalu
“Keuntungan bisnis musiman bisa disisihkan lagi untuk bisnis musiman lain di tahun yang sama, karena masyarakat tetap punya daya beli,” Mike mengingatkan. Untuk mengantisipasi karakteristik musim perayaan yang berlainan, pebisnis musiman pun harus mampu mengakomodir rupa-rupa kebutuhan konsumen. (f)
Baca juga:
Sukses Berbisnis Musiman
Trik Hemat Demi Bisnis
Ramalan Shio 2017 (Khusus Karier dan Bisnis)
Topic
#bisnis


