Money
4 Cara Milenial Memulai Bisnis Dengan Modal Rp1 Juta

18 Jan 2022

Memulai usaha modal satu juta
Foto: Freepik


Banyak orang yang ingin memulai bisnis, tapi kerap bingung harus memulai dari mana. Apalagi jika kemudian terbentur dengan modal. Padahal bisnis tidak harus selalu dimulai dengan modal besar. Seorang pengusaha asal Inggris pemilik grup Virgin, Richard Branson pernah mengatakan, “a big business starts small”. 

Yang perlu disadari, perjuangan untuk memulai, mempertahankan, dan membesarkan bisnis butuh energi yang besar dan tidak sebentar. Memilih bidang yang disukai bisa menjadi langkah awal untuk memulai bisnis impian. 

Lalu, bagaimana memulai bisnis dengan modal terbatas? CEO dan Co-Founder Ternak Uang, Raymond Chin, dalam rilis yang diterima Femina berbagi tips memulai bisnis dengan modal tipis, yakni hanya Rp1 juta. Berikut tips dari Raymond: 

1/ Tentukan Ide Bisnis
Ide bisnis bisa muncul dari hal sehari-hari. Karena itu, Raymond sangat menyarankan untuk melihat peluang bisnis dari kegiatan sehari-hari. “Idenya bisa besar, misalnya membuka restoran, tapi dalam praktiknya kita masak di dapur sendiri,” kata Raymond. 

Untuk memulai bisnis dengan modal tipis, Raymond menyarankan untuk tidak terpaku pada toko fisik. "Pastikan produk dijual secara digital dan kita juga tidak harus punya stok barang," katanya.

2/ Riset
Karena modalnya kecil, riset pasar dan riset kompetitor wajib dilakukan agar seorang pebisnis bisa menentukan jenis produk dan strategi pemasarannya.  "Riset pasar, lihat di sekitar apakah banyak orang yang mencari produk tersebut. Lalu lihat di aplikasi pesan antar makanan, apakah banyak yang menjual atau tidak," sambung investor muda tersebut.

Sedangkan untuk tahap riset kompetitor, Raymond berpijak pada sebuah prinsip. "Cari tahu produk kompetitor, mulai dari produk, harga, dan layanannya. Prinsipnya ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) produknya," kata Raymond.

3/ Produk
Dari 100 persen modal, porsi untuk produk dipakai sebanyak 40 persen. Kalau modal Rp1 juta, berarti alokasi untuk produk sebesar Rp 400 ribu. Raymond mengingatkan, usahakan untuk tidak membuat stok produk banyak karena produk yang dijual belum tentu laris manis.

"Karena modal kecil harus perhatikan cashflow, jadi lebih baik buat sistem pre order atau per batch. Modal kecil jangan berharap stok besar. Pastikan juga mendapatkan keuntungan yang sehat," lanjut Raymond.

3/ Marketing
Untuk bujet marketing, disarankan untuk mengalokasikan 40 persen modalnya. Namun untuk pemasaran, jangan berfokus pada promosi, melainkan dengan melengkapi faktor-faktor yang nantinya akan melekat dengan produk yang dipasarkan.

"Ketika produk sudah siap, lanjut ke marketing. Bujet kecil, modalnya jangan seluruhnya disalurkan ke distribusi atau promosi. Lebih baik buat fondasi, misalnya desain, logo, kemasan, dan lain-lain. Itu akan lebih bermanfaat untuk ke depannya."

4/ Operasional
Sisa modal sebesar 20 persen bisa dipakai untuk operasional. Namun, bukan untuk menggaji pegawai, melainkan untuk keperluan pencatatan keuangan dan dana talangan. Intinya, besar atau kecil bisnis perlu memiliki keuangan bisnis yang rapi. 

Dengan komposisi modal bisnis 40 persen produk, 40 persen marketing, dan 20 persen untuk operasional, Raymond optimis strategi untuk memulai bisnis bermodal kecil bisa menghasilkan cuan yang banyak. "Intinya, kunci bisnis modal kecil itu bergantung pada cashflow," tutup Raymond. (f) 


Baca Juga: 
Jangan Gunakan Dana Darurat, Kecuali Anda Berada dalam Situasi Ini
Tertarik Jadi Investor pada Peer to Peer Lending? Pahami Dulu 5 Risikonya
Mau Investasi dengan Modal Minim? Ikuti Cara Ini!


Faunda Liswijayanti


Topic

#bisnis, #modal, #usaha

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?