Lifestyle
Lakukan 5 Hal Ini Saat Bereskan Lemari Baju

24 Jun 2026

Baru sadar kalau baju kamu ternyata banyak yang belum sempat dipakai? Foto ilustrasi: Pexels/Timur Weber


Pernah merasa lemari penuh, tapi tetap bingung mau pakai baju apa? Atau menemukan kaus favorit yang ternyata sudah hilang entah ke mana di antara tumpukan pakaian? 

Kalau iya, mungkin sudah waktunya kamu melakukan closet reset.

Kalau kamu peduli pada gaya personal sekaligus ingin lebih mindful dalam berbelanja, merapikan lemari bukan cuma soal estetika. Ini juga cara untuk mengenal kembali isi lemari, mengurangi kebiasaan belanja impulsif, dan membuat rutinitas berpakaian jadi lebih praktis.

Sebelum mulai melipat dan menyusun ulang, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan.

1/ Keluarkan semuanya dari lemari
Yap, semuanya. Mungkin terdengar merepotkan, tetapi mengeluarkan seluruh isi lemari bikin kamu bisa melihat dengan jelas berapa banyak pakaian yang sebenarnya dimiliki. 

Sering kali kita baru sadar punya tiga kemeja hitam yang mirip atau lima celana jeans dengan model hampir sama saat semua pakaian dikeluarkan.

Selain memudahkan proses sortir, langkah ini memberi kesempatan untuk membersihkan bagian dalam lemari yang sering terlupakan.

2/ Pisahkan sesuai kebutuhan
Saat memegang setiap pakaian, tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah masih muat?
- Apakah masih sering dipakai?
- Apakah masih sesuai dengan gaya kamu saat ini?

Jika jawabannya negatif untuk sebagian besar pertanyaan tersebut, mungkin saatnya kamu melepas pakaian itu.

Baju yang masih bagus bisa didonasikan atau dijual kembali. Selain membuat lemari lebih lega, langkah ini membantu mengurangi limbah fashion yang terus meningkat setiap tahunnya.

3/ Cek kondisi setiap pakaian
Jangan langsung memasukkan kembali pakaian yang sudah disortir.

Periksa apakah ada kancing yang lepas, jahitan yang terbuka, noda yang belum hilang, atau zipper yang rusak. Masalah kecil seperti ini sering kali bikin pakaian akhirnya nggak pernah dipakai lagi.

Siapkan tumpukan khusus untuk pakaian yang perlu diperbaiki agar nggak terlewat, atau malah terlupakan.

4/ Kelompokkan berdasarkan kategori
Menyusun baju berdasarkan warna memang terlihat estetis di media sosial, tetapi mengelompokkan berdasarkan kategori biasanya jauh lebih praktis—sesama kaus, kemeja, celana, juga jaket.

Kaus bersama kaus atau berdasarkan warna? Foto ilustrasi: Pexels/Timur Weber

Setelah itu, baru atur berdasarkan warna jika ingin tampilan yang lebih rapi. Cara ini membuat proses memilih outfit di pagi hari jauh lebih cepat.

5/ Catat yang kurang—jika ada
Kesalahan yang sering terjadi setelah beres-beres lemari adalah langsung tergoda belanja banyak barang baru.

Padahal, setelah melakukan closet reset, kamu bisa melihat kebutuhan yang sesungguhnya. Mungkin yang kurang bukan jaket baru, melainkan kaus putih polos yang mudah dipadukan atau celana hitam yang serbaguna.

Bisa jadi, kamu nggak perlu beli baju baru, karena yang kamu perlukan adalah kemampuan styling berbeda untuk menghasilkan tampilan segar dengan koleksi lama.

Merapikan lemari mungkin terdengar seperti tugas sederhana, tetapi efeknya bisa lebih besar dari yang dibayangkan. Selain membuat ruang terasa lebih lega, kamu juga jadi lebih mengenal gaya pribadi, lebih mudah memilih outfit, dan lebih sadar terhadap kebiasaan belanja sendiri.

Jadi, kalau akhir pekan ini belum punya agenda, mungkin saatnya memberi lemari baju sedikit perhatian. Siapa tahu, kamu justru menemukan kembali pakaian favorit yang selama ini ‘hilang’ di balik tumpukan baju. (f)

Baca juga:
Dari Self-Care Menuju Earth-Care di Bali bersama Amorepacific Indonesia
3 Cara Merawat Sneakers Agar Lebih Awet dan Tetap Kece
Pengalaman Ekspresi Gaya Hidup Dinamis dalam Grey Days 2026

 

Brianna Relisha


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?