Meski direstorasi, Cikini 82 tidak mengubah arsitektur Neo-Klasik rumah ini. Foto: Dok. Cikini 82
Di kawasan prestisius Menteng, Jakarta Pusat, tak sedikit bangunan bersejarah berubah fungsi dengan tetap menghadirkan arsitektur lamanya.
Salah satunya adalah Cikini 82, sebuah event space dalam bangunan bersejarah. Keberadaanya memberikan opsi lokasi acara yang kental narasi bersejarah, membuka ruang apreasiasi terhadap perjalanan Indonesia di era kolonial.
Area seluas 3.200 m2 ini dulunya menjadi kediaman sekaligus kantor Menteri Luar Negeri pertama RI, Achmad Soebardjo, tokoh utama penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI. Tak heran jika rumah yang dibangun tahun 1860 ini menjadi saksi banyak dialog lintas bangsa dan percakapan intelektual.
Bangunan baru yang detail interiornya didesain menyerupai gerbong kereta klasik nan mewah; penghormatan untuk kereta dalam kota yang jadi latar belakang lokasi ini. Foto: Dok. Cikini 82
Paviliun dari rumah ini juga punya narasi tersendiri; ia sempat ditinggali Tan Malaka selepas masa pengasingan pasca-Kemerdekaan, sebelum kini berubah jadi sebuah penginapan cantik.
Berseberangan dengan kamar lainnya, kita bisa menginap di kamar yang bertarif Rp1.500.000 hingga Rp1.800.000 per malam itu. Penginapannya memiliki desain interior modern-elegan dalam nuansa hangat.
Ruang pertemuan yang digunakan Achmad Soebardjo dengan Presiden RI Soekarno juga menjadi highlight bangunan, bersama dengan lukisan karya Raden Saleh milik Achmad Soebardjo, dan benda bersejarah lainnya yang dirawat oleh pewaris terakhir sang menteri.
Beberapa lukisan Walter Spies menghiasi ruang tamu. Foto: Dok. Cikini 82
Sejak dibeli oleh pengacara Lukas Budiono di tahun 2021, bangunan Neo-Klasik ini menjalani restorasi penuh kehati-hatian, memaksimalisasi keaslian arsitektur, menghidupkan atmosfer masa lampau.
Restorasi di bawah arahan kolektor seni ini bukan sekadar perawatan fisik, namun revitalisasi makna, memfungsikan Cikini 82 sebagai titik temu ide, seni, dan kolaborasi inklusif bagi generasi kini.
Koleksi lukisan dari berbagai maestro pelukis Tanah Air atau yang melukis keindahan alam Indonesia juga menghiasi sudut-sudut bangunan ini, termasuk jadi tema di beberapa ruangan; berkeliling di sini seperti menikmati museum mahakarya seni!
“Cikini 82 bukan hanya tentang masa lalu—tetapi juga tentang masa depan ruang budaya yang terbuka, egaliter, dan penuh kemungkinan,” jelas Lukas.
Bangunan di Jalan Cikini Raya No.82 ini sempat menggelar tiga hari Pusparagam, open house yang mencakup pameran seni Sanjivana, experiential dining bersama Lenore, hingga pertunjukan lintas disiplin bertajuk Soirée.
Berbagai titik di area ini ibarat kanvas elegan untuk momen pernikahan, photoshoot, dan beragam acara eksklusif, termasuk ruang terbuka yang melengkapi perjalanan kita sejenak melintasi lorong waktu. (f)
Baca juga:
Buruan Coba, Truffle Salt Bread hingga Matcha Mochi Danish di Sini!
Dukung UMKM dan Perempuan Indonesia, SHINPO Ubah Dapur Jadi Pusat Ekonomi
Dari Seoul ke Jakarta, Chef Justin Lee Racik Afternoon Tea Unik di Peacock Lounge Jakarta
Trifitria Nuragustina
Topic
#eventspacejakart, #weddingvenuejakarta, #sewavenuejakarta




