Blind date memang pengalaman mendebarkan. Antara kesenangan bertemu seseorang yang potensial dijadikan pacar, tapi ada ketakutan kencan bakal berantakan hingga justru meninggalkan kesan pertama yang tidak menyenangkan.
Beberapa tip berikut mungkin bisa diikuti, supaya kencan buta berjalan lancar dan menyenangkan.
Jangan berharap lanjut
Blind date bukan untuk pernikahan. Bukan juga kontrak untuk kencan kedua. Berharap orang tersebut jadi soul mate Anda malah bisa mengantarkan pada kegagalan karena menciptakan harapan yang nggak realistis. Begitu juga, mengira teman kencan kita orang yang brengsek bisa membuat kencan berantakan.
Yang bisa kita lakukan adalah menjadikan blind date sebagai satu pengalaman bertemu orang baru. Pelajari teman kencan kita saat blind date. Kalau cocok bisa lanjut untuk kencan kedua, jika tidak, anggap menambah teman saja.
Ikuti etiket kencan
Antara lain:
- Tiba 10 menit telat. Biarkan dia yang menunggu Anda.
- Siapa pun yang mengawali untuk menghubungi duluan, batasi percakapan di telepon hanya untuk mengatur tanggal dan tempat pertemuan tanpa perlu mendetail. Jangan lupa menjelaskan ciri-ciri Anda—pakai baju apa dan potongan rambutnya--agar mudah ditemukan.
- Jangan membicarakandiri Anda saja saat berkencan. Biarkan si dia juga bercerita. Atau, tanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk mencairkan suasana. Serta, banyak lakukan kontak mata saat berbicara.
- Matikan ponsel, hindari sering menegur orang yang Anda kenal di sekitar tempat kencan. Fokus pada teman kencan Anda.
- Tidak perlu mengungkapkan kisah pribadi Anda. Hindari juga topik-topik ‘panas’ seperti politik dan agama.
Akhiri kencan tepat waktu
Waktu yang pas untuk blind date adalah 1–1,5 jam. Biasanya, lebih dari waktu tersebut, kencan bakal berasa garing, malah menimbulkan kebosanan dan rasa canggung..
Kasih sinyal kencan lanjutan
Jangan tergoda memperpanjang waktu kencan. Tumbuhkan rasa penasaran pada teman kencan agar bisa lanjut ke kencan selanjutnya. Tolak permintaannya mengantar Anda pulang sambil berkata harapan bertemunya di waktu yang akan datang.
Goodluck! (MEI/FOTOSEARCH)
Beberapa tip berikut mungkin bisa diikuti, supaya kencan buta berjalan lancar dan menyenangkan.
Jangan berharap lanjut
Blind date bukan untuk pernikahan. Bukan juga kontrak untuk kencan kedua. Berharap orang tersebut jadi soul mate Anda malah bisa mengantarkan pada kegagalan karena menciptakan harapan yang nggak realistis. Begitu juga, mengira teman kencan kita orang yang brengsek bisa membuat kencan berantakan.
Yang bisa kita lakukan adalah menjadikan blind date sebagai satu pengalaman bertemu orang baru. Pelajari teman kencan kita saat blind date. Kalau cocok bisa lanjut untuk kencan kedua, jika tidak, anggap menambah teman saja.
Ikuti etiket kencan
Antara lain:
- Tiba 10 menit telat. Biarkan dia yang menunggu Anda.
- Siapa pun yang mengawali untuk menghubungi duluan, batasi percakapan di telepon hanya untuk mengatur tanggal dan tempat pertemuan tanpa perlu mendetail. Jangan lupa menjelaskan ciri-ciri Anda—pakai baju apa dan potongan rambutnya--agar mudah ditemukan.
- Jangan membicarakandiri Anda saja saat berkencan. Biarkan si dia juga bercerita. Atau, tanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk mencairkan suasana. Serta, banyak lakukan kontak mata saat berbicara.
- Matikan ponsel, hindari sering menegur orang yang Anda kenal di sekitar tempat kencan. Fokus pada teman kencan Anda.
- Tidak perlu mengungkapkan kisah pribadi Anda. Hindari juga topik-topik ‘panas’ seperti politik dan agama.
Akhiri kencan tepat waktu
Waktu yang pas untuk blind date adalah 1–1,5 jam. Biasanya, lebih dari waktu tersebut, kencan bakal berasa garing, malah menimbulkan kebosanan dan rasa canggung..
Kasih sinyal kencan lanjutan
Jangan tergoda memperpanjang waktu kencan. Tumbuhkan rasa penasaran pada teman kencan agar bisa lanjut ke kencan selanjutnya. Tolak permintaannya mengantar Anda pulang sambil berkata harapan bertemunya di waktu yang akan datang.
Goodluck! (MEI/FOTOSEARCH)


