Rencana kerja, sih, sudah tersusun rapi di agenda. Mulai dari janji ketemu klien, wawancara dengan A lewat telepon, buat laporan evaluasi, dan seterusnya. Tetapi, sudah menjelang pulang, ternyata banyak pekerjaan yang belum selesai, dan akhirnya kita mesti siap-siap lembur. Apa yang salah, nih?
· Bikin Rencana Realistis
Saat merencanakan kegiatan hari ini, tentukan prioritas dan tujuannya. Jangan biarkan membuka kemungkinan untuk memasukkan kegiatan yang kurang penting. Realistis sajalah, kita, kan, nggak bisa menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari.
· Delegasikan Tugas
Kita bukan superwoman yang bisa menyelesaikan semua pekerjaan sekaligus. Jadi sah-sah saja, kok, minta bantuan orang lain. Yang penting, beri tanggung jawab yang jelas kepada rekan kerja yang kita ajak kerja sama, sehingga tidak perlu tunggu-tungguan atau saling menyalahkan.
· Awas Gangguan!
Datang pagi-pagi sudah disambut cerita rekan kerja yang baru saja kencan dengan pacar barunya. Hati-hati, biarpun mengasyikkan, rekan kerja merupakan gangguan utama yang paling tidak bisa dihindari! Kalau sudah begini, mendingan permisi dulu (dengan cara yang sopan tentu saja), dan hindari kontak mata (biar nggak begitu merasa bersalah saat meninggalkan dia :-).
· Perbaiki Sistem
Biasakan mengatur rapi apasaja yang sudah dikerjakan. Dan lakukan 'pembersihan' setiap dua bulan sekali, sehingga kita bisa menyingkirkan file mana saja yang bisa 'dibuang' dari meja kita.
· Jangan Maksa!
Sekali lagi, jangan remehkan kekuatan agenda. Mau yang konvensional atau elektronik, pastikan kita selalu mengecek jadwal meeting sebelum menentukan pertemuan berikutnya. Nggak usah memaksakan diri untuk melaksanakan beberapa meeting dalam jangka waktu yang berdekatan karena kita sendiri yang akan kerepotan mempersiapkannya. Jika memang memungkinkan, maksimalkan pertemuan hanya dua kali: sebelum dan sesudah makan siang.


