Zona bebas emosi
Di kantor setiap karyawan dituntut selalu bersikap profesional. Salah satu caranya dengan menjaga kestabilan emosi saat bekerja. Kalau kebetulan punya bos yang meledak-ledak, kita diharapkan tetap tenang dan nggak bakal kepancing—sedikit ngedumel di belakangnya masih oke, kok. Tapi… sebagai bawahan kita dilarang keras menunjukkan emosi yang tidak berkaitan dengan masalah pekerjaan!
“Memang emosi masuk dalam grey area, nggak jelas batasan yang boleh dan tidak. Pengennya bersikap profesional sementara nggak mungkin kita setiap hari memakai 'topeng' di kantor. Pasti lama-lama juga punya down base,” kata Patricia Susanto dari The Jakarta Consulting Group.
Untungnya, sih, kita boleh mengeluarkan emosi selama nggak menganggu sikon di kantor.
“Boleh marah atau menangis tapi kalau bisa jangan sampai terlihat orang banyak. Ini sebenarnya bisa dialihkan di tempat agak tersembunyi seperti kamar mandi atau ruangan kantor yang tertutup. Tapi jika alasannya bukan karena pekerjaan, cuma alasan pribadi, pastinya sangat tidak boleh dilakukan,” tegasnya.
Segera cari solusi
Saat emosi melanda, Patricia menyarankan agar kita segera mencari cara untuk menenangkan diri. Misalnya mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk diajak bicara.


