Disiplin + profesional
“Maaf, macet banget!” Alasan ini mungkin masih bisa ditoleransi saat kita telat hadir rapat atau bertemu klien. Tapi jangan harap kebiasaan ngaret bisa kita bawa saat bekerja di luar negeri. Umumnya negara-negara maju sangat menghargai waktu. Jadi hindari, deh, datang terlambat ke kantor atau korupsi waktu makan siang. Selain bisa dicap negatif, kebiasaan ini bisa mengancam karier kita!
Menurut Rahayu Permatasari yang bekerja di bidang electrical manufacturing di Houston, Texas, AS, para pekerja di negeri Paman Sam selalu tepat waktu kembali ke kantor pasca makan siang sekalipun tidak ada atasan yang mengawasi. Nggak hanya di negara Barat, negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab juga menganggap waktu sebagai kunci sukses bekerja.
“Selain profesional dalam hal waktu, para karyawan di Dubai profesional dalam bersikap. Contohnya kami bebas mengekspresikan pendapat dan kemampuan kami pada perusahaan. Nggak ada, tuh, istilah 'asal bapak senang' alias penghormatan berlebihan pada atasan,” ujar Christy yang sudah menetap di Dubai selama delapan tahun ini.
Tetap senang-senang
Etos kerja di luar negeri memang menuntut disiplin, cepat dan ketat terhadap waktu. Makanya usai bekerja, karyawan di beberapa negara selalu meluangkan waktu untuk bersenang-senang. Pihak perusahaan sendiri juga rutin mengadakan acara untuk mendekatkan para karyawannya, termasuk atasan dan bawahan.
“Saya dan rekan kerja satu divisi dekat banget. Hampir tiga bulan sekali kami mengadakan acara hiburan seperti main softball, ngumpul bareng pas happy hour, macam-macam, deh! Pada acara tahunan seperti Thanksgiving atau Natal juga kami selalu meluangkan waktu untuk ngumpul,” kata Rahayu.
Hal yang sama juga diakui Regina Maya Soeryanto, arsitek yang sudah bekerja di Australia selama tiga tahun. Menurutnya para karyawan biasa hang out bareng di pub menjelang akhir pekan, “Supaya pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap seimbang.” CC


