- Si Tukang Kritik
Kritikannya selalu negatif, perfeksionis, selalu bersemangat dan percaya diri untuk menutupi rasa ketidaktentramannya. Bos sangat menyenanginya karena kemampuan manajemennya yang oke. Dia melihat dirinya sebagai ‘ibunya anak-anak’ dan selalu bertujuan menghancurkan percaya diri Anda dengan membangkitkan rasa ragu-ragu Anda.
Cara menghadapinya:
Pertahankan sense of humour. Jika dia mulai memberondong Anda dengan segala jenis kritikannya, tarik napas dalam-dalam dan katakan pada diri sendiri, “Tanpa kritik, hidup saya nggak sempurna, deh!”.
- Si Muka Dua
Dia selalu bersifat manis ketika sedang melakukan gerakan sabotase terhadap Anda. Ia menangani segala hal dengan cara yang pasif-agresif, tidak langsung dan tidak jujur.
Cara menghadapinya:
Cari pendukung dan jangan melawan sendirian. Kalau Anda coba berbicara dengan rekan kerja Anda, kemungkinan besar Anda akan menemukan teman senasib. Curhat ke teman Anda atau ke konselor bisa membantu Anda menenangkan perasaan Anda dan belajar untuk menghadapi situasi ini.
- Si Tukang Ngatur
Dia selalu merasa perlu menyuruh-nyuruh Anda kian kemari dan mengatur kegiatan Anda. Aspek terpenting dalam pekerjaannya adalah kontrol konstan terhadap semua sumber daya yang tersedia. Dia senang menempatkan dirinya di antara berbagai hal karena itu akan membuatnya merasa penting.
Cara menghadapinya:
Mintalah bertemu dengannya di luar kantor untuk menyampaikan masalah Anda dengan jujur, tanpa bersikap menyalahkan. Kalau pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, minimal dia tahu perasaan Anda.
- Si Tukang Marah
Dia mengontrol dengan cara mengintimidasi, dan sering secara emosional lepas kontrol dan main fisik. Dia ingin menumbuhkan perasaan takut pada sasarannya dengan bertindak semena-mena dan tidak sensitif terhadap orang lain.
Cara menghadapinya:
1. Temukan titik lemahnya, misalnya dengan memfokuskan perhatian Anda pada penampilannya yang paling lucu dan aneh ketika ia sedang marah-marah. Pasti Anda nggak bisa kesal melihat hidung bos Anda yang bentuknya seperti terong.
2. Ikut kelas yoga atau mulai kelas meditasi. Jika dia memulai aksinya, ucapkan mantera berkali-kali di dalam hati agar Anda tetap tenang.
3. Mulailah menulis catatan harian tempat Anda mencurahkan kekesalan Anda. Jika tidak tersalurkan, dia bisa jadi masalah Anda juga.


