Sex & Relationship
Cara Tepat Mendominasi Si Dia (part 1)

29 Oct 2012

Si dia sering bete mendadak tanpa memberi alasan jelas? Jangan-jangan karena sikap kita terlalu mendominasi! Padahal harga diri cowok itu setinggi langit! Kalau nggak mau hubungan rusak, contek cara mendominasi yang tepat ala CC berikut ini. Perasaan si dia juga bakal tetap terjaga, deh!

Hobi cuap-cuap!
Nggak bisa dipungkiri kalau sebagian besar dari kita pasti dominan dalam pembicaraan. Sudah bakat kaum Hawa, tuh, berbagi curahan hati, he he he.... Semua hal pun bisa kita 'tumpahkan' padanya, seperti gosip heboh salah satu teman kita yang naksir cowok beristri, hingga atasan yang kerjaannya ngomel terus seharian.

Ini triknya!
Pada umumnya cowok bisa memahami kebiasaan kita yang satu ini. Tapi bukan berarti kita bisa terus ngoceh tanpa memberi kesempatan si dia untuk memberi tanggapan atau gantian curhat, dong! Bisa-bisa, nih, si dia merasa nggak dihargai dan mengira kita hanya memanfaatkannya sebagai 'tempat sampah'!
    Nggak mudah memang mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging. Tapi setidaknya, nih, kita bisa belajar untuk bertoleransi. Libatkan si dia dalam curhatan kita dengan meminta pendapat atau solusi darinya. Ajak juga si dia ngobrol mengenai kejadian menarik yang dia alami di kantor atau kabar si Blacky, hewan peliharaannya. Dalam menjalin suatu hubungan, kan, nggak hanya melulu tentang kita!
    
Perencana sejati
Dibandingkan si dia, kita lebih sering menjadi 'event organizer' acara-acara kita dan dia. Pas mau kencan, misalnya, selalu kita yang menentukan resto atau mal yang ingin dikunjungi. Begitu juga dalam hal berlibur. Kita pasti langsung membuat rencana tempat wisata tujuan beserta daftar teman yang ingin diajak!

Ini triknya!
Selama ini si dia mungkin nggak pernah protes tentang dominasi kita dalam membuat rencana. Tapi siapa yang tahu perasaan dia sebenarnya? Bisa jadi dia ngedumel di belakang kita. Meski menikmati 'tugas' sebagai perencana kegiatan, pertimbangkanlah masukan si dia dalam rencana kita!
    Buatlah rencana untuk melakukan kegiatan yang dia sukai. Kalau biasanya kita enggan diajak nonton pertandingan sepakbola atau bulutangkis langsung di stadion, nggak ada salahnya, kan, sesekali memenuhi ajakannya.
    Kita juga bisa, tuh, menerima tantangannya untuk melawan dia bermain playstation! Si dia pasti nggak keberatan dengan dominasi kita asal tetap memperhatikan kepentingannya.

Pergaulan
Seluruh orang-orang terdekat kita memanggil si dia dengan sebutan 'Doni-nya Nina'. Gimana nggak, kita sering banget mengajak si dia hang out bersama teman-teman dekat kita.
    Wajar, deh, kalau keluarga dan sahabat mengenal si dia sebagai pacar kita, bukan sebagai Doni! Sebaliknya, kita justru jarang bergaul dengan orang terdekat si dia!

Ini triknya!
Sadar nggak, sih, kalau ruang lingkup sosial kita dan dia tidak seimbang? Adilnya, nih, kita dan dia mengenal keluarga dan sahabat masing-masing pasangan. Kenyataannya si dia justru lebih sering kita tarik ke dalam lingkungan pergaulan kita. Maklum, kita enggan berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya yang kita anggap asing!
     Untuk menyiasatinya, biarkan si dia mengajak sepupu atau sobatnya ke acara ultah kita. Kita malah meneruskan dominasi kita dalam pergaulan, tuh, dengan mengenal lebih banyak orang.
     Jika biasanya tiap minggu kita mengajaknya gaul dengan orang terdekat kita, sekarang giliran kita mulai bersosialisasi dengan keluarganya. Menyediakan waktu satu hari dalam sebulan nggak sulit, kan? CC



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?