First date selalu bikin nggak sabar sekaligus cemas. Senangnya, akhirnya bisa pergi bareng gebetan, sekaligus cemas jika kencan nggak berjalan lancar. Agar kencan tetap lancar dan lanjut denga kencan berikutnya, hindari hal berikut.
Sentuhan fisik
Ingat, kita belum jadian, jadi hindari, deh, menggandeng, merangkul, atau menyuapi si dia dengan makanan kita. Si dia malah menilai kita agresif dan kege-eran.
Serba kita
Boleh, kok, cerita sedikit tentang rutinitas atau hal yang kita sukai, tapi sebaiknya jangan mendominasi. Mentang-mentang baru mengalami kejadian nggak nyaman di kantor, kita lantas bercerita secara detail, bahkan minta opini si dia. Masa baru kencan pertama sudah jadi ‘tong sampah’, sih. Hal ini membuatnya menilai kita terlalu ember dan mudah menceritakan masalah pribadi pada orang lain.
Interogasi
Kencan memang berguna untuk mengenal satu sama lain, tapi nggak berarti seluruh masalah pribadi wajib diketahui. Kita sibuk bertanya soal keluarga, pekerjaan, bahkan mantanya hingga si dia seperti diinterogasi.
Dandan ala kondangan
Iya, sih, maunya tampil cantik, dong, tapi usahakan dandanan Anda nggak melebihi make-up keseharian. Nggak usahlah pakai dress panjang dan bulu mata palsu. Alasan si dia naksir kita, kan, karena melihat penampilan kita sehari-hari, tuh.
Sibuk dengan gadget
Sepele, sih, tapi hari gini siapa yang bisa lepas dari gadget. Segaring apa pun kencan kita, nggak usahlah sibuk memerhatikan timeline Twitter kita setiap saat. Gebetan akan merasa kita nggak menghargainya. Pantas saja kencannya garing, setiap menit sibuk dengan gadget, sih.
Bertemu ortu
Baru juga kencan pertama, kita sudah membicarakan sifat ortu kita, bahkan mengajaknya bertemu ortu di kencan kedua. Kesannya kita terlalu berharap dan nggak ingin melepaskannya, tuh. Tanda-tanda posesif, nih. (SM/Foto:Fotosearch)
Sentuhan fisik
Ingat, kita belum jadian, jadi hindari, deh, menggandeng, merangkul, atau menyuapi si dia dengan makanan kita. Si dia malah menilai kita agresif dan kege-eran.
Serba kita
Boleh, kok, cerita sedikit tentang rutinitas atau hal yang kita sukai, tapi sebaiknya jangan mendominasi. Mentang-mentang baru mengalami kejadian nggak nyaman di kantor, kita lantas bercerita secara detail, bahkan minta opini si dia. Masa baru kencan pertama sudah jadi ‘tong sampah’, sih. Hal ini membuatnya menilai kita terlalu ember dan mudah menceritakan masalah pribadi pada orang lain.
Interogasi
Kencan memang berguna untuk mengenal satu sama lain, tapi nggak berarti seluruh masalah pribadi wajib diketahui. Kita sibuk bertanya soal keluarga, pekerjaan, bahkan mantanya hingga si dia seperti diinterogasi.
Dandan ala kondangan
Iya, sih, maunya tampil cantik, dong, tapi usahakan dandanan Anda nggak melebihi make-up keseharian. Nggak usahlah pakai dress panjang dan bulu mata palsu. Alasan si dia naksir kita, kan, karena melihat penampilan kita sehari-hari, tuh.
Sibuk dengan gadget
Sepele, sih, tapi hari gini siapa yang bisa lepas dari gadget. Segaring apa pun kencan kita, nggak usahlah sibuk memerhatikan timeline Twitter kita setiap saat. Gebetan akan merasa kita nggak menghargainya. Pantas saja kencannya garing, setiap menit sibuk dengan gadget, sih.
Bertemu ortu
Baru juga kencan pertama, kita sudah membicarakan sifat ortu kita, bahkan mengajaknya bertemu ortu di kencan kedua. Kesannya kita terlalu berharap dan nggak ingin melepaskannya, tuh. Tanda-tanda posesif, nih. (SM/Foto:Fotosearch)


