Jangan-jangan, penghambat karier kita justru kita sendiri. Hmm... cek dulu yang satu ini!
1.Kantorku, rumahku
Namanya juga 'rumah kedua', kita cenderung melakukan hal-hal yang biasanya juga kita lakukan di rumah.
Jenis dosa:
Sering melanggar peraturan administratif. Datang dan pulang kerja seenaknya, memakai fasilitas kantor juga seenaknya, mengabaikan aturan kantor baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, termasuk di dalamnya.
Menentukan ritme dan produktivitas kerja berdasar suasana hati dan siklus haid.
Konyol banget, nggak sih, kalau kita menganggap kantor sebagai 'rumah kedua' kita. Di rumah sendiri pun, kita harus mematuhi aturan ortu, kan? Apalagi di kantor. Ortu kita sendiri juga bisa banget marah dan mengenakan sanksi kalau kita bikin kesalahan, apalagi bos! Kalau masih karyawan pemula saja kinerja dan disiplin kita amburadul, gimana nanti kalau sudah jadi bos?
2.Jadi miss gaul
Kita termasuk karyawan populer di kantor. Kita dikenal semua divisi sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan siap menolong. Kita juga nggak pernah bingung mencari teman makan siang....
Jenis dosa:
Membalas email pribadi hal pertama yang kita lakukan begitu tiba di kantor.
Mengerjakan laporan yang jadi tanggung jawab rekan kita, karena nggak enak hati menolaknya. Padahal pekerjaan kita sendiri sudah di ambang tenggat waktu.
Penghargaan tidak diraih karena kita berkata “ya” pada semua orang. Terkadang, penghargaan justru diperoleh dengan mengatakan “tidak” dengan alasan yang jelas dan penyampaian yang berkelas. Prestasi kita diukur dari seberapa baiknya kinerja kita, bukan dari seberapa banyaknya teman yang memilih curhat ke kita. Hal pertama yang perlu dilakukan? Membuat prioritas. Langkah berikutnya? Melakukan prioritas yang kita buat, dong.... CC


