Nggak semua tugas harus kita terima, tuh!Namanya kerjaan memang nggak akan pernah ada habisnya. Tapi bukan berarti kita harus mengiyakan setiap tugas yang diminta oleh bos. Cek dulu delegasi tugas seperti apa yang boleh dikerjakan agar kerjaan kita nggak semakin menumpuk—terus, terus, dan terus...
Jangan ambisius
Menurut Liez Rachmawati konsultan karier dari Corporate Human Resource kita memang nggak bisa memilih tugas yang bakal didelegasikan kepada kita. Tapi sudah menjadi hak karyawan untuk menolak delegasi tugas bila tidak berkaitan dengan pekerjaan utama kita.
“Biasanya karyawan baru cenderung ingin menyenangkan semua orang. Tiap ada yang minta tolong pasti dikerjakan, padahal belum tentu pekerjaan utamanya sudah selesai.
Sebaiknya, sih, dilihat lagi apa job-desk kita sebenarnya? Kalau tugas tadi nggak berhubungan dengan pekerjaan atau tanggung jawab kita maka sudah seharusnya ditolak,” kata Liez.
Liez menambahkan kita juga harus mempertimbangkan batin kita sendiri jika tidak bisa menolak. “Kadang mereka takut menolak karena posisinya adalah the weakness. Ibaratnya semua porsi pengen dimakan, ya, nggak bisa.
Pasti ada kapasitasnya, mungkin suatu waktu dia akan teriak sendiri karena over load. Makanya boleh berlaku baik tapi kita pun harus sadar kalau nggak bisa menyenangkan semua orang,” jelasnya.
Komunikasikan saja
“Kadang atasan memang sering nggak melihat situasi saat menyuruh kita melakukan sesuatu. Kalau menurut kita ada pekerjaan yang nggak bisa ditinggal, kita boleh menolaknya dengan halus.
Misalnya katakan bahwa saya sedang mengerjakan tugas dari bapak A, mungkin nanti saya ke ruangan ibu B setelah menyelesaikannya,” ujar Liez.
Liez menyarankan agar kita juga membuat jadwal harian untuk mendukung penolakan tadi. “Ada baiknya kita membiasakan diri menyiapkan to-do-list hari ini sebelum mulai bekerja.
Jadi seandainya ada tugas lain yang 'nyelak' kita bisa bilang bahwa ada deadline yang harus dikerjakan hari ini juga. Alasan ini sangat diplomatis dan seharusnya bisa diterima.”
Kalau atasan kekeuh meminta kita mengerjakan tugas darinya jangan langsung menyerah, dong! Mungkin kita bisa 'menawar' sehingga nggak perlu menyelesaikan tugas tadi sendirian.
“Dengan berdiskusi biasanya ada solusi, misalnya bos minta tolong rekan kita untuk membantu. Tapi jangan sampai kita yang langsung minta tolong begitu dapat delegasi tugas. Masing-masing, tuh, ada jalurnya,” tambah Liez.
Selalu 'ngeles'
Sekali, dua kali, tiga kali... kita sukses menolak tugas dadakan. Tapi jangan sampai jadi kebiasaan. Kita nggak mungkin selalu ngeles setiap kali atasan butuh bantuan kita—apalagi dengan alasan yang itu-itu saja. Bahaya kalau bos sampai menganggap kita nggak bisa diandalkan, ah...
“Mentang-mentang bos mau mengerti, kita nggak boleh memanfaatkan rekan kerja. Setiap melihat peluang kita jadi selalu minta tolong orang lain. Terlalu sering menolak tugas bikin kita rugi sendiri karena melewatkan proses belajar dan terlihat nggak kompeten di mata atasan,” kata Liez.
“Padahal namanya orang hidup, tiap hari, kan, harus belajar. Kalau kita menganggap dibayar untuk bekerja maka kita hanya akan dapat uangnya saja. Sementara kalau kita bekerja untuk belajar dan mencari nafkah pasti beda. Selain dapat ilmu dan benefit, kita pun bakal enjoy ke kantor,” tegasnya.
Terakhir Liez menyarankan agar kita tetap mengerjakan tugas semaksimal mungkin jika tidak mungkin menolak tugas. “Kerjakan aja semampunya karena apa pun hasilnya bos pasti akan menghargai. Pokoknya positive thinking dan kerjakan dengan hati supaya hasilnya maksimal.” CC


