Hari gini karyawan 'asal ibu senang' sudah ketinggalan zaman. Karyawan profesional masa kini justru berani bicara dan berbuat saat tidak setuju pada kebijakan atau tindakan atasan. Jika masih sulit mengkritik, kita bisa coba trik ini. Sst...
Kelihatannya hari ini mood si bos lagi baik dan dia sedang tidak diburu deadline? Jangan sia-siakan kesempatan untuk menyampaikan kritik kita. Tapi sebelumnya tanyakan dulu apakah ada waktu untuk bicara dengan kita.
"Maaf..."
Ingatlah mengucapkan kata ajaib ini untuk mengawali kritik kita. Contoh, nih, "Maaf Bu, mengenai keputusan rapat kemarin...," lanjutkan, deh, dengan kritik kita. Dengan begitu kesan kritik yang tajam akan tersamar.
Tepat sasaran
Sekalipun atasan terlihat santai menerima kritik kita, jangan keterusan menyampaikan kritik sampai melebar ke hal-hal lainnya, apalagi nggak ada hubungannya dengan pekerjaan. Cukup satu kritik di satu tempat, pilih yang mendesak dan penting saja.
Kritik informatif
Namanya bicara dengan atasan kudu sopan, dong... apalagi saat menyampaikan kritik. Hindari nada tinggi, pakai emosi negatif, atau sikap menyerang. Sampaikan kritik dengan keterangan data objektif akurat. Gunakan gaya bahasa non-formal, bila perlu sampaikan saat makan siang, sehingga atasan bahkan nggak nyadar kalau kita sedang mengkritiknya.
Jaga privasi, dong!
Kita saja rasanya jengah kalau atasan 'menegur' kita di depan rekan yang lain, apalagi atasan. CC


