Ya, ya , ya Anda sendiri mungkin sudah punya tip untuk menghadapi wawancara kerja. Tapi jangan hanya terpaku pada penampilan dan gesture Anda saat wawancara.
Pasalnya jawaban Anda tentang pertanyaan pribadi pun menjadi pertimbangan interviewer dalam menerima Anda. Ini, nih, beberapa pertanyaan ‘jebakan’ yang biasanya diajukan pihak personalia.
1. “Mengapa Anda pindah kerja?”
Jawaban mencari pengalaman baru jelas klise dan menunjukkan kita mudah bosan. Mendingan bahas dengan apa saja yang bisa kita lakukan jika mendapatkan posisi incaran. Jawaban ini akan membuat kita mendapat nilai plus karena sudah memiliki strategi kerja saat menduduki posisi baru nantinya sehingga kita menjadi karyawan siap pakai.
2. “Ceritakan tentang diri Anda.”
Nggak perlu menceritakan sifat-sifat kita terlalu dalam, seperti easy-going, gampang adaptasi, atau doyan bersosialisasi—pihak perusahaan sudah bisa melihatnya via sosmed, kok. Lebih baik ceritakan cara kita bekerja, seperti bagaimana kita saat bekerja dalam tim, atau trik untuk menghadapi deadline ketat.
3. “Apa saja kelemahan Anda?”
Lagi-lagi jangan mengumbar keburukan diri sendiri, kesannya kita nggak percaya diri dan nggak mau mengubah diri menjadi lebih baik. Sebaiknya ceritakan tentang salah satu masalah kerja yang kita alami secara singkat dan lengkapi dengan solusi yang sukses kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
4. “Mengapa Anda tertarik dengan perusahaan kami?”
Yap, alasan utama (pastinya) gaji, hehehe, jangan langsung mengiyakannya. Ceritakan tentang visi dan misi kita yang sesuai dengan visi perusahaan, serta ide-ide yang ingin dijalankan jika kita diterima nantinya. (SM/Istimewa)
Pasalnya jawaban Anda tentang pertanyaan pribadi pun menjadi pertimbangan interviewer dalam menerima Anda. Ini, nih, beberapa pertanyaan ‘jebakan’ yang biasanya diajukan pihak personalia.
1. “Mengapa Anda pindah kerja?”
Jawaban mencari pengalaman baru jelas klise dan menunjukkan kita mudah bosan. Mendingan bahas dengan apa saja yang bisa kita lakukan jika mendapatkan posisi incaran. Jawaban ini akan membuat kita mendapat nilai plus karena sudah memiliki strategi kerja saat menduduki posisi baru nantinya sehingga kita menjadi karyawan siap pakai.
2. “Ceritakan tentang diri Anda.”
Nggak perlu menceritakan sifat-sifat kita terlalu dalam, seperti easy-going, gampang adaptasi, atau doyan bersosialisasi—pihak perusahaan sudah bisa melihatnya via sosmed, kok. Lebih baik ceritakan cara kita bekerja, seperti bagaimana kita saat bekerja dalam tim, atau trik untuk menghadapi deadline ketat.
3. “Apa saja kelemahan Anda?”
Lagi-lagi jangan mengumbar keburukan diri sendiri, kesannya kita nggak percaya diri dan nggak mau mengubah diri menjadi lebih baik. Sebaiknya ceritakan tentang salah satu masalah kerja yang kita alami secara singkat dan lengkapi dengan solusi yang sukses kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
4. “Mengapa Anda tertarik dengan perusahaan kami?”
Yap, alasan utama (pastinya) gaji, hehehe, jangan langsung mengiyakannya. Ceritakan tentang visi dan misi kita yang sesuai dengan visi perusahaan, serta ide-ide yang ingin dijalankan jika kita diterima nantinya. (SM/Istimewa)


