
1. Abaikan pendapatan Anda.
Punya pekerjaan baru berarti gaya hidup seringkali baru juga. Rasanya Anda butuh baju baru supaya terlihat profesional, mobil baru, dan sewa rumah/kos (baru). Tapi, sebaiknya, Anda tetap hidup bergaya mahasiswa alias membatasi diri atau pas-pasan. Setidaknya sampai Anda punya pendapatan yang jauh lebih baik.
2. Tinggal di rumah ortu dulu.
Kecuali sudah menikah atau kantor Anda benar-benar jauh dari rumah dan menyulitkan untuk pulang-pergi, tetaplah tinggal bersama ayah-ibu Anda. Toh, kamar rumah tetap 'milik' Anda dan ortu tidak akan "meminta bayaran" apapun karena Anda masih tanggung jawab mereka. Bedanya, Anda tidak perlu lagi meminta uang untuk memenuhi segala keperluan. Hal ini bisa dilakukan sambil menabung hingga kondisi keuangan Anda lebih baik guna menjalankan rencana selanjutnya.
3. Batasi limit kartu kredit.
Boleh saja memiliki kartu kredit. Cuma, batasi penggunaan serta limitnya sesuai kemampuan Anda. Bahkan, sebaiknya, gunakan saja saat benar-benar dibutuhkan. Bunga yang tinggi dan pembayaran administrasi bisa-bisa membuat dompet tipis setiap saat. Padahal, Anda sendiri tidak memiliki modal atau tabungan banyak.
4. Bayar semua utang.
Langkah ini memang harus dilakukan sekalipun menguras kantong Anda. Tujuannya jelas, mengurangi beban utang nantinya. Utang di sini bisa saja utang kartu kredit, pembelian gadget, dan lainnya.
5. Asuransikan diri Anda.
Jangan ragu untuk membeli asuransi kesehatan, asuransi harta benda, bahkan asuransi jiwa terutama bagi Anda yang jadi tulang punggung keluarga. Sekali kecelakaan atau sakit dapat menyebabkan kekacauan pada keuangan Anda jika tidak terlindungi.
6. Buat rencana jangka panjang.
Punya niat yang besar, seperti beli rumah atau traveling keliling dunia, membantu Anda mengatur keuangan untuk mencapainya. Mulailah menabung sejak memiliki modal, sekalipun jumlahnya tidak besar. Tingkatkan jumlahnya seiring waktu berjalan dan kondisi keuangan makin stabil, jangan tergoda untuk menggunakannya dengan alasan apapun (kecuali darurat banget, ya), sampai Anda tiba untuk menjalankan niat tadi.
7. Tabungan pensiun
Masa pensiun seakan-akan terasa "jauh" ketika Anda masih berusia 20-an. Tapi, menabung begitu punya pekerjaan pertama membuat Anda lebih mudah memenuhi tujuan pensiun Anda, bahkan sebelum hari "besar" itu tiba. Manfaatkan jika perusahaan menawarkan pembuatan tabungan pensiun.
8. Monitor investasi
Anda oleh mulai berinvestasi juga. Cuma ingat untuk sering memonitor perkembangan investasi. Apalagi jika ada potongan atau biaya-biaya administrasi yang mesti dibayarkan. Jangan sampai begitu Anda ingin "menuai" hasilnya, malah pendapatan minus yang diperoleh. Rugi, kan?
Tentu, satu lagi yang mesti dilakukan adalah mulai membuat dana darurat. Lebih mudah memulai dana darurat sejak Anda memiliki pendapatan dibanding sudah memiliki pendapatan yang telah terbagi-bagi penggunaannya untuk pos lain. Hal ini mengurangi ras malas bila ingin menyimpan untuk dana darurat nantinya.
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch
Punya pekerjaan baru berarti gaya hidup seringkali baru juga. Rasanya Anda butuh baju baru supaya terlihat profesional, mobil baru, dan sewa rumah/kos (baru). Tapi, sebaiknya, Anda tetap hidup bergaya mahasiswa alias membatasi diri atau pas-pasan. Setidaknya sampai Anda punya pendapatan yang jauh lebih baik.
2. Tinggal di rumah ortu dulu.
Kecuali sudah menikah atau kantor Anda benar-benar jauh dari rumah dan menyulitkan untuk pulang-pergi, tetaplah tinggal bersama ayah-ibu Anda. Toh, kamar rumah tetap 'milik' Anda dan ortu tidak akan "meminta bayaran" apapun karena Anda masih tanggung jawab mereka. Bedanya, Anda tidak perlu lagi meminta uang untuk memenuhi segala keperluan. Hal ini bisa dilakukan sambil menabung hingga kondisi keuangan Anda lebih baik guna menjalankan rencana selanjutnya.
3. Batasi limit kartu kredit.
Boleh saja memiliki kartu kredit. Cuma, batasi penggunaan serta limitnya sesuai kemampuan Anda. Bahkan, sebaiknya, gunakan saja saat benar-benar dibutuhkan. Bunga yang tinggi dan pembayaran administrasi bisa-bisa membuat dompet tipis setiap saat. Padahal, Anda sendiri tidak memiliki modal atau tabungan banyak.
4. Bayar semua utang.
Langkah ini memang harus dilakukan sekalipun menguras kantong Anda. Tujuannya jelas, mengurangi beban utang nantinya. Utang di sini bisa saja utang kartu kredit, pembelian gadget, dan lainnya.
5. Asuransikan diri Anda.
Jangan ragu untuk membeli asuransi kesehatan, asuransi harta benda, bahkan asuransi jiwa terutama bagi Anda yang jadi tulang punggung keluarga. Sekali kecelakaan atau sakit dapat menyebabkan kekacauan pada keuangan Anda jika tidak terlindungi.
6. Buat rencana jangka panjang.
Punya niat yang besar, seperti beli rumah atau traveling keliling dunia, membantu Anda mengatur keuangan untuk mencapainya. Mulailah menabung sejak memiliki modal, sekalipun jumlahnya tidak besar. Tingkatkan jumlahnya seiring waktu berjalan dan kondisi keuangan makin stabil, jangan tergoda untuk menggunakannya dengan alasan apapun (kecuali darurat banget, ya), sampai Anda tiba untuk menjalankan niat tadi.
7. Tabungan pensiun
Masa pensiun seakan-akan terasa "jauh" ketika Anda masih berusia 20-an. Tapi, menabung begitu punya pekerjaan pertama membuat Anda lebih mudah memenuhi tujuan pensiun Anda, bahkan sebelum hari "besar" itu tiba. Manfaatkan jika perusahaan menawarkan pembuatan tabungan pensiun.
8. Monitor investasi
Anda oleh mulai berinvestasi juga. Cuma ingat untuk sering memonitor perkembangan investasi. Apalagi jika ada potongan atau biaya-biaya administrasi yang mesti dibayarkan. Jangan sampai begitu Anda ingin "menuai" hasilnya, malah pendapatan minus yang diperoleh. Rugi, kan?
Tentu, satu lagi yang mesti dilakukan adalah mulai membuat dana darurat. Lebih mudah memulai dana darurat sejak Anda memiliki pendapatan dibanding sudah memiliki pendapatan yang telah terbagi-bagi penggunaannya untuk pos lain. Hal ini mengurangi ras malas bila ingin menyimpan untuk dana darurat nantinya.
Meiranie Nurtaeni
Foto: Fotosearch


