Banyaknya ‘teori’ di dunia finansial bikin kita merasa sudah tahu banget seluk-beluk keuangan. Padahal, nggak semua yang kita tahu itu benar, tuh. Cek dulu, nih, beberapa fakta populer di dunia finansial agar kita nggak salah langkah dalam mengatur keuangan.
Emas dan properti adalah investasi minim risiko.
Fakta: Minim risiko bukan berarti nggak ada sama sekali. Harga emas atau logam mulia pun bisa merosot meskipun nggak drastis. Namun, risiko terbesar dari investasi jenis ini adalah hilangnya emas tersebut.
Sementara itu, risiko utama pada investasi properti adalah likuiditas karena belum tentu kita dapat menjualnya dalam waktu singkat. Namun, memang benar jika fluktuasinya nggak seperti emas ataupun obligasi. Meskipun dalam periode tertentu bisa mengalami perubahan harga, penurunannya nggak akan terlalu jauh—malah sering kali naik terus.
Tabungan berjangka yang memberikan hadiah langsung sangat menguntungkan.
Fakta: Biasanya, tabungan berjangka yang memberikan hadiah langsung sering kali menerapkan sistem kontrak yang cukup lama. Sayang banget jika kita mengikutinya hanya untuk mendapatkan hadiah. Soalnya, nih, uang itu bisa kita investasikan untuk hal lain. Lagi pula, biasanya keuntungan yang didapat dari tabungan jenis ini nggak terlalu besar, sedangkan di masa mendatang, harga gadget itu pun turun karena sudah ada gadget lain yang lebih canggih.
Semakin banyak investasi, semakin menguntungkan.
Fakta: Cukup banyak kasus orang-orang yang mengalokasikan penghasilannnya di beberapa jenis investasi, namun dana siap pakainya hanya tersisa sedikit. Akhirnya, malah kelabakan ketika ada pengeluaran mendadak karena biasanya dana investasi nggak bisa langsung dicairkan. Jadi, jangan sampai juga semua penghasilan kita malah dihabiskan untuk berinvestasi. Tetap sisihkan dalam bentuk dana siap pakai untuk kondisi darurat.
Orang yang memiliki gaji besar lebih makmur di masa depan.
Fakta: Semua tergantung dari cara kita mengatur keuangan. Nggak tertutup kemungkinan seseorang yang memiliki gaji lebih kecil bisa lebih makmur daripada orang yang bergaji besar karena lebih bijak mengelola keuangan.
Pegadaian benar-benar bisa mengatasi masalah tanpa masalah.
Fakta: Jika menggadaikan barang di Pegadaian, kita harus menanggung beban bunga yang harus dibayar setiap 15 hari jika ingin menebus barang itu kembali. Beban bunga bervariasi tergantung dari nilai pinjaman kita—sekitar 1,2-1,75 persen. Batas akhir penebusan adalah empat bulan terhitung sejak barang digadaikan.
Masalah lain yang sering timbul ketika kita ingin menggadaikan barang adalah rendahnya harga yang ditawarkan. Jangan kaget jika laptop kesayangan yang harganya di atas Rp 2 juta hanya ditawar Rp 700 ribu saja.
Fanny Indriawati
Foto: Fotosearch
Emas dan properti adalah investasi minim risiko.
Fakta: Minim risiko bukan berarti nggak ada sama sekali. Harga emas atau logam mulia pun bisa merosot meskipun nggak drastis. Namun, risiko terbesar dari investasi jenis ini adalah hilangnya emas tersebut.
Sementara itu, risiko utama pada investasi properti adalah likuiditas karena belum tentu kita dapat menjualnya dalam waktu singkat. Namun, memang benar jika fluktuasinya nggak seperti emas ataupun obligasi. Meskipun dalam periode tertentu bisa mengalami perubahan harga, penurunannya nggak akan terlalu jauh—malah sering kali naik terus.
Tabungan berjangka yang memberikan hadiah langsung sangat menguntungkan.
Fakta: Biasanya, tabungan berjangka yang memberikan hadiah langsung sering kali menerapkan sistem kontrak yang cukup lama. Sayang banget jika kita mengikutinya hanya untuk mendapatkan hadiah. Soalnya, nih, uang itu bisa kita investasikan untuk hal lain. Lagi pula, biasanya keuntungan yang didapat dari tabungan jenis ini nggak terlalu besar, sedangkan di masa mendatang, harga gadget itu pun turun karena sudah ada gadget lain yang lebih canggih.
Semakin banyak investasi, semakin menguntungkan.
Fakta: Cukup banyak kasus orang-orang yang mengalokasikan penghasilannnya di beberapa jenis investasi, namun dana siap pakainya hanya tersisa sedikit. Akhirnya, malah kelabakan ketika ada pengeluaran mendadak karena biasanya dana investasi nggak bisa langsung dicairkan. Jadi, jangan sampai juga semua penghasilan kita malah dihabiskan untuk berinvestasi. Tetap sisihkan dalam bentuk dana siap pakai untuk kondisi darurat.
Orang yang memiliki gaji besar lebih makmur di masa depan.
Fakta: Semua tergantung dari cara kita mengatur keuangan. Nggak tertutup kemungkinan seseorang yang memiliki gaji lebih kecil bisa lebih makmur daripada orang yang bergaji besar karena lebih bijak mengelola keuangan.
Pegadaian benar-benar bisa mengatasi masalah tanpa masalah.
Fakta: Jika menggadaikan barang di Pegadaian, kita harus menanggung beban bunga yang harus dibayar setiap 15 hari jika ingin menebus barang itu kembali. Beban bunga bervariasi tergantung dari nilai pinjaman kita—sekitar 1,2-1,75 persen. Batas akhir penebusan adalah empat bulan terhitung sejak barang digadaikan.
Masalah lain yang sering timbul ketika kita ingin menggadaikan barang adalah rendahnya harga yang ditawarkan. Jangan kaget jika laptop kesayangan yang harganya di atas Rp 2 juta hanya ditawar Rp 700 ribu saja.
Fanny Indriawati
Foto: Fotosearch


