Di tengah kemajuan teknologi, kita memang jadi mudah berekspresi dan bersosialisasi. Keberadaan Facebook maupun Twitter bikin kita makin eksis, deh. Tapi, kita kudu berhati-hati, nih. Asal berkomentar, bisa-bisa kelangsungan karier kita terancam, tuh. Berikut empat kesalahan di media sosial yang mesti kita hindari….
Mengumbar detail pribadi
Bermesraan dengan pasangan, sih, sah-sah aja. Meski begitu, jangan diumbar di dunia maya. Foto saat kita berciuman atau mengenakan lingerie akan menurunkan nilai positif kita, tuh. Bahkan, ada beberapa kasus di mana sang karyawan dipecat karena perusahaan menemukan fakta ini.
Bosaaan…
Salah banget jika kita menyatakan kebosanan terhadap pekerjaan. Sekali atasan membaca, dia bisa memecat kita dengan alasan kita tidak menikmati pekerjaan. Daripada menyatakan bosan, bikinlah status yang lebih halus, misalnya: ‘sangat menantikan akhir pekan untuk ngumpul dengan keluarga.” Ini menunjukkan kita lelah bekerja, namun tidak membuat hati bos tersinggung.
Mengeluhkan klien
Klien yang banyak tuntutan dan plin plan memang menyebalkan. Tapi, nggak perlu mengumbarkan ke seluruh dunia mengenai keburukannya. Bahkan meski tidak menyebut nama secara langsung, kita juga dalam bahaya jika memberikan petunjuk seperti ‘brand kecantikan ternama.’ Kalau nggak tahan dengan kelakuan mereka, cukup curhat ke rekan kerja atau sahabat.
I got a job offer!
Hati kita pasti berbunga-bunga begitu mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji besar. Tapi, hindari mengumbarnya sebelum kita benar-benar deal dengan perusahaan. Bisa saja, kan, perusahaan tidak ingin mengumumkan sedang merekrut karyawan baru. Yang ada, nih, kita gagal direkrut karena kita dinilai ember. (VIN/FOTO:Foto Search)
Mengumbar detail pribadi
Bermesraan dengan pasangan, sih, sah-sah aja. Meski begitu, jangan diumbar di dunia maya. Foto saat kita berciuman atau mengenakan lingerie akan menurunkan nilai positif kita, tuh. Bahkan, ada beberapa kasus di mana sang karyawan dipecat karena perusahaan menemukan fakta ini.
Bosaaan…
Salah banget jika kita menyatakan kebosanan terhadap pekerjaan. Sekali atasan membaca, dia bisa memecat kita dengan alasan kita tidak menikmati pekerjaan. Daripada menyatakan bosan, bikinlah status yang lebih halus, misalnya: ‘sangat menantikan akhir pekan untuk ngumpul dengan keluarga.” Ini menunjukkan kita lelah bekerja, namun tidak membuat hati bos tersinggung.
Mengeluhkan klien
Klien yang banyak tuntutan dan plin plan memang menyebalkan. Tapi, nggak perlu mengumbarkan ke seluruh dunia mengenai keburukannya. Bahkan meski tidak menyebut nama secara langsung, kita juga dalam bahaya jika memberikan petunjuk seperti ‘brand kecantikan ternama.’ Kalau nggak tahan dengan kelakuan mereka, cukup curhat ke rekan kerja atau sahabat.
I got a job offer!
Hati kita pasti berbunga-bunga begitu mendapat tawaran pekerjaan dengan gaji besar. Tapi, hindari mengumbarnya sebelum kita benar-benar deal dengan perusahaan. Bisa saja, kan, perusahaan tidak ingin mengumumkan sedang merekrut karyawan baru. Yang ada, nih, kita gagal direkrut karena kita dinilai ember. (VIN/FOTO:Foto Search)


