Ingin disukai orang lain, sih, sah-sah saja. Kita, kan, memang perlu bergaul. Tapi, gimana jika ternyata mereka tetap suka mengomentari meski kita nggak melakukan kesalahan (berarti)? Ini empat cara untuk menanggapinya….
#Cek kewajaran
Sebelum bersikap masa bodoh, cari tahu dulu, deh, apa saja yang sudah kita lakukan sehingga orang lain masih saja membicarakan kita. Mungkinkah gaya berpakaian kita segitu nggak wajarnya? Atau, kita seringkali menolak ajakan mereka untuk ngumpul bareng? Jika selama ini kita bergaul wajar dengan mereka, sih, tutup saja telinga kita!
#Bukan urusan kita
Kita nggak pernah bisa mengontrol pikiran orang lain mengenai kita. Jadi nggak perlu pusing, tuh, selama kita nggak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Hal yang ada di benak mereka bukanlah urusan kita. Kita, kan, nggak mungkin memaksakan orang lain berubah sesuai keinginan kita. Sama halnya dengan mereka yang belum tentu bisa membuat kita berubah!
#Energi positif
Daripada terus menerus memusingkan tanggapan orang lain, mendingan kita salurkan energi kita untuk melakukan hal yang disukai. Misalnya, ikut kelas fotografi, klub olahraga, seni, atau dance. Bisa memberi kita kesempatan untuk bertemu orang baru juga, tuh. Kita akan terkejut merasakan betapa menyenangkannya melakukan itu semua dibandingkan dengan mengkhawatirkan pendapat orang lain.
#Cintai diri sendiri
Salah satu penyebab kita terlalu memusingkan pendapat orang lain adalah karena kita kurang menerima bahkan mencintai diri sendiri. Hasilnya, kita lebih percaya pendapat orang lain. Mulai sekarang, terimalah dan cintailah diri kita. Begitu aura positif kita lebih keluar, pasti mampu ‘menarik’ orang lain .(VIN/FOTO:FOTOSEARCH)
Sebelum bersikap masa bodoh, cari tahu dulu, deh, apa saja yang sudah kita lakukan sehingga orang lain masih saja membicarakan kita. Mungkinkah gaya berpakaian kita segitu nggak wajarnya? Atau, kita seringkali menolak ajakan mereka untuk ngumpul bareng? Jika selama ini kita bergaul wajar dengan mereka, sih, tutup saja telinga kita!
#Bukan urusan kita
Kita nggak pernah bisa mengontrol pikiran orang lain mengenai kita. Jadi nggak perlu pusing, tuh, selama kita nggak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Hal yang ada di benak mereka bukanlah urusan kita. Kita, kan, nggak mungkin memaksakan orang lain berubah sesuai keinginan kita. Sama halnya dengan mereka yang belum tentu bisa membuat kita berubah!
#Energi positif
Daripada terus menerus memusingkan tanggapan orang lain, mendingan kita salurkan energi kita untuk melakukan hal yang disukai. Misalnya, ikut kelas fotografi, klub olahraga, seni, atau dance. Bisa memberi kita kesempatan untuk bertemu orang baru juga, tuh. Kita akan terkejut merasakan betapa menyenangkannya melakukan itu semua dibandingkan dengan mengkhawatirkan pendapat orang lain.
#Cintai diri sendiri
Salah satu penyebab kita terlalu memusingkan pendapat orang lain adalah karena kita kurang menerima bahkan mencintai diri sendiri. Hasilnya, kita lebih percaya pendapat orang lain. Mulai sekarang, terimalah dan cintailah diri kita. Begitu aura positif kita lebih keluar, pasti mampu ‘menarik’ orang lain .(VIN/FOTO:FOTOSEARCH)


