Home Interior
Tren Interior Identitas Timur

20 Apr 2016


Desainer interior Rina Renville melihat, kecenderungan untuk selalu berkiblat pada tren Barat mulai berkurang, karena budaya Timur juga kaya  potensi. “Sekarang masyarakat mulai berpikir untuk berkiblat ke Asia karena ada banyak potensi yang bisa digali. Filosofinya, budayanya, konten lokalnya, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Ini dapat terlihat pula pada masyarakat Indonesia, yang kekayaan budayanya menjadi kekuatan tersendiri sehingga Indonesia tak sepenuhnya terpengaruh budaya Barat. Tak heran bila kini banyak hunian yang tetap memadukan elemen budaya Indonesia, baik pada bangunan, furnitur, maupun dekorasi.
Rina memaparkan, bangkitnya budaya Timur turut dipengaruhi oleh perkembangan konsep slow design,  dalam arti  segala hasil desain disuguhkan lewat proses  serta apa adanya, bukan instan. Rina memprediksi, ke depannya akan  makin banyak  produk autentik yang dibawa oleh konsep slow design tersebut.

Gerakan mengembangkan material sustainable, contohnya bambu dan rotan, bahkan akan menjadi tren tersendiri. “Masyarakat lebih sadar pada filosofi desain yang sustainable. Kini mereka lebih cerdas dalam mencari dan memilih desain dengan banyaknya referensi yang mudah didapat,” jelas desainer yang juga pemrakarsa Anja Furniture ini.


Kebangkitan budaya Timur turut terasa di Indonesia yang kaya akan konten lokal. Arsitek Cosmas Gozali mengungkapkan bahwa minat masyarakat akan lokalitas turut diimbangi oleh usaha arsitek untuk terus menggali bentuk, warna, dan ragam budaya Indonesia. Namun demikian, tak berarti arsitektur dan desain di Indonesia harus menutup diri pada perkembangan desain dari luar.

“Sudah satu dua tahun belakangan ini saya mulai menerapkan gaya futuristis, namun tetap diimbangi dengan filosofi lokal. Jadi bentuknya bisa futuristis dan modern, namun konten lokalnya tetap ada, bukan sekadar membawa bentuk asing,” paparnya. Dapat diartikan bahwa ke depannya arsitek dan desainer interior bisa terus bereksplorasi mengikuti perkembangan tren desain global, sambil tetap menggali konten lokal.

Untuk desain produk dan furnitur, Cosmas menilai perkembangannya akan  makin mengarah pada bentuk-bentuk simpel berlandaskan aspek fungsi. Ia juga mengungkapkan, akan   makin banyak teknologi baru yang mampu mengolah material saat ini sehingga bertambah nilai gunanya.(f)

Nathania Hapsari
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?