1. Daun Dolar. Lindungi tembok rumah dari cahaya matahari dan hujan dengan daun dolar yang merambat ini. Daun dolar mengilap dan tumbuh merambat akan melindungi tembok agar tidak kusam.
2. Morning glory. Idealnya, morning glory ditanam di tanah yang lembap, tapi tidak basah. Sirami secara rutin di musim panas, 1-2 kali dalam sepekan. Jika Anda menanamnya di dalam pot, ia akan butuh air lebih banyak. Morning Glory akan berbunga dari Mei hingga September, mekar di pagi hari dan menguncup di sore hari.
3. Soka Jawa. Selain mudah dirawat, tanaman ini memiliki bunga yang selalu mekar, sehingga enak dipandang mata. Bunganya memancar seperti kembang api dan hidup di hutan-hutan liar, sehingga orang Eropa menjulukinya sebagai flame of the wood (api dari hutan).
4. Bugenvil. Sering disebut bunga kertas. Jika tua, batang tanaman akan keras. Untuk itu, trim agar bentuknya tetap cantik. Selain itu, bugenvil juga bermanfaat untuk kesehatan. Tumbuk daunnya bersama tanaman cocor bebek untuk jadi obat oles untuk bisul. Air rebusan bunga bugenvil, daun sirih, dan daun lidah buaya juga bisa jadi obat biang keringat atau gatal-gatal.
5. Petunia. Bunga asal Amerika Selatan ini memiliki banyak pilihan warna, di antaranya merah, putih, kuning pucat, biru, dan ungu tua. Selain dijadikan tanaman pagar, Anda juga bisa menanam petunia dalam pot gantung untuk menghiasi teras atau balkon rumah. Cantik!
6. Thunbergia. Bunga cantik yang merambat ini juga bisa Anda pilih untuk menghias pergola. Selain kuning, ada juga bunga putih dan ungu.
7. English Ivy. Hindari getahnya yang bisa mengakibatkan alergi pada kulit yang tidak tahan. Sebagai tanaman rambat, Ivy bisa rimbun di atas penopang.
Selain menjadi pembatas tempat tinggal, tanaman pagar merupakan pilihan yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis. Pagar tanaman juga memberikan kesan rumah yang lebih lapang dan segar.
Jangan lupa, tanaman pun perlu di-trim seperti halnya rambut. Lakukan paling tidak 2 minggu sekali sehingga bentuknya tetap cantik. Untuk tanaman yang akarnya masuk ke dalam tembok, sering-seringlah dirawat agar akar tanaman tidak merusak tembok. (f)
Foto: Pixabay.com