Home Interior
4 Trik Mengatur Bujet Renovasi Rumah untuk Persiapan Hari Raya

14 Jun 2017


4 Trik Mengatur Bujet Renovasi Rumah untuk Hari Raya

Bila Anda ingin mempercantik rumah untuk menyambut hari kemenangan, tentu perlu menyiapkan dana yang cukup besar. Menurut Farah Dini, financial planner, pertanyaan pertamanya adalah dari mana dana tersebut didapat? Apakah sudah dipersiapkan jauh-jauh hari? Atau justru dana dadakan yang diambil dari dana darurat dan THR?

“Bagi mereka yang sudah memiliki persiapan sejak awal, tentu sudah ada bujet khusus yang dipersiapkan. Tapi, bagaimana jika dana tersebut sifatnya dadakan?” kata Farah.

1/ Jual Barang Lama untuk Dana Beli Furnitur Baru

Momen Lebaran bisa dipakai sebagai ajang untuk melihat kembali barang-barang yang setidaknya sudah tidak digunakan lagi. “Daripada telantar di rumah, barang-barang tidak terpakai bisa juga dijual dan uangnya dapat dipakai untuk menambah dana membeli furnitur baru,” ungkap Farah.

2/ Rencanakan Kebutuhan Renovasi
Farah mengingatkan tentang pentingnya membuat perencanaan terlebih dahulu. Jawab pertanyaan berikut ini.

- Furnitur apa yang akan diganti?
- Bagian rumah mana yang direnovasi atau dicat?
- Cari tahu berapa kisaran biaya yang dibutuhkan dan tentukan pula bujet maksimal yang akan dikeluarkan.

Setelah itu, mulailah mencicil dana tersebut tiap bulan hingga mencapai angka yang dibutuhkan di akhir menjelang puasa.

3/ Sumber Dana: Dana Darurat dan THR
“Kalau tidak ada persiapan, bisa saja mengambil dari dana darurat atau THR atau mencampur keduanya. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak dana tersebut yang dapat kita pakai untuk biaya mengecat rumah atau membeli furnitur baru. Kalau dana tunai yang ada tidak terlalu besar, jangan dipaksakan harus renovasi. Kita harus lebih bijaksana dalam membuat pilihan,” jelas Farah.

Perlu disadari bahwa dana darurat  tiap orang berbeda-beda, tergantung berapa banyak tanggungannya. Seorang pria yang hanya menanggung anak dan istri tentu berbeda dengan pria yang menanggung anak, istri, serta ibu dan adiknya. Hitungannya, makin banyak orang yang ditanggung, pasti dana daruratnya makin besar.

Bagi Triana, menyiapkan besaran dana sejak awal dirasa lebih meringankan. “Jadi, enggak tiba-tiba mau ganti cat terus mikir dananya dari mana. Karena dilakukan  tiap tahun, saya memasukkan biaya ini dalam rancangan dana tahunan yang jumlahnya sudah saya bagi dalam beberapa bulan. Kadang-kadang meleset sedikit, tapi, ya, harus tetap on budget,” ungkap Triana.

Hal ini berbeda dengan Fika yang memilih memanfaatkan fasilitas kartu kredit. “Kalau untuk furnitur besar yang harganya cukup mahal, saya dan suami memilih menggunakan kartu kredit, jadi bisa dicicil beberapa bulan. Tapi, dengan catatan, sudah tidak ada cicilan kartu kredit lainnya dan dalam jumlah yang bisa kami penuhi  tiap bulannya,” kata Fika, yang tidak pernah ingin menggunakan dana daruratnya untuk kebutuhan ini. (f)

4/ Susun Prioritas Renovasi Rumah
Langkah terbaik adalah membuat prioritas, apa yang ingin diubah dari rumah, lalu lihat bujetnya. Jika menggunakan dana darurat dan THR, pastikan Anda masih menyisakan dana darurat yang cukup jika terjadi sesuatu. Atau gunakan dari sisa THR, setelah dipotong  berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi saat Lebaran, seperti THR untuk asisten rumah tangga, zakat, sedekah, dan kebutuhan lainnya. (f)

Baca juga:

Faunda Liswijayanti


Topic

#rumah, #puasadanlebaran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?