Health & Diet
Tip Pijat Aman untuk Ibu Hamil dan 6 Hal yang Perlu Diperhatikan

19 Aug 2016


Foto: dok. feminagroup

Selama ini banyak wanita yang ragu memijat tubuhnya pada saat hamil. Amankah? Jangan Khawatir, pijatan ringan dan perawatan menggunakan bahan alami bisa dipilih dan aman dilakukan. Selain dapat merelaksasi otot-otot yang terasa kaku, sirkulasi peredaran darah pada tubuh pun akan kembali lancar. Menurut dr. Eddy Karta, SpKK,  pemijatan yang dilakukan pada ibu hamil dapat membuat kulit tubuh menjadi lebih lentur dan merangsang produksi kolagen pada kulit. Sehingga, kulit dapat terhindar dari timbulnya stretch mark. Gunakan minyak nonalergenik atau hypo-allergenic oil karena lebih mudah terserap oleh lapisan epidermis kulit. 

Proses pemijatan intensif pada ibu hamil biasanya berpusat pada area tubuh yang mudah terasa pegal, seperti bahu, punggung, dan tungkai. Dalam posisi tubuh terbaring miring, pemijatan dilakukan secara perlahan dan mengalir. Menurut dr. Eddy Karta SpKK, kombinasi pijatan memutar, menekan, mengusap, dan menggosok dengan  minyak nonalergenik seperti minyak dari biji buah anggur, dapat menutrisi  sekaligus melembapkan kulit yang relatif kering semasa hamil.
 
Baca : Solusi Spa untuk Ibu Hamil

Tahapan:
  1. Setelah tubuh ditimbang dan dilakukan pemeriksaan  tekanan darah, kedua kaki dibasuh dengan air hangat. Lalu, dalam posisi miring, dilakukan pijatan stretching menggunakan minyak biji anggur. Mulai dari area punggung, betis, bokong, tungkai kaki, tangan, hingga bahu.
  2. Pijatan dengan sedikit tekanan dilakukan pada area bahu ke arah punggung bagian atas. Pastikan perut bagian samping bawah terganjal oleh bantal dengan nyaman.
  3. Selanjutnya, dengan satu gerakan tangan, punggung digosok ke arah atas untuk merelaksasi area tulang belakang dan otot-otot punggung yang kaku.
  4. Pijatan berlanjut ke area tangan dan kaki. Gerakan meremas dan memutar berpusat di bagian betis dan punggung kaki. Perlu diketahui, pada ibu hamil bagian telapak kaki tidak boleh dilakukan pemijatan, karena banyak  titik  akupunktur yang apabila dipijat dapat menimbulkan kontraksi pada otot perut.
  5. Setelah kedua sisi tubuh selesai dipijat, tubuh dibaringkan dalam posisi telentang dengan kaki diganjal bantal di bagian persendian. Gerakan mengusap secara berulang dan berputar dilakukan agar perut terasa hangat dan janin merasa relaks. Khusus bagian pinggang dan punggung bagian bawah tidak dilakukan pijatan karena rawan kontraksi.
  6. Terakhir, pemijatan dilakukan pada bagian tulang dada, leher bagian belakang, hingga kepala. Minyak biji anggur yang mengandung antioksidan pada tubuh dibiarkan dan tidak dibasuh agar kulit tubuh terjaga kelembapannya dan terhindar dari masalah kulit kering dan iritasi.
 
Dos & Don’ts Pijat untuk Ibu Hamil:
  • Lakukan perawatan kulit dan pijatan secara rutin 2 - 3 kali dalam sebulan, agar tubuh terasa relaks dan tidak stres.
  • Perawatan   ini sebaiknya dilakukan pada usia kandungan 3 bulan ke atas. Karena, sebelum kandungan berusia 3 bulan, janin masih dalam tahap organogenesis (masa pembentukan organ) yang sangat rawan dan sensitif.
  • Konsultasikan kepada dokter kandungan apabila semasa mengandung Anda mengalami mual, muntah berlebihan, vlek, atau hipertensi sebelum melakukan perawatan kulit dan pemijatan.
  • Selama pemijatan tidak boleh melakukan tekanan pada bagian pinggang, pinggul, perut, dan telapak kaki. Cukup usapan lembut secara berulang.
  • Posisi terbaik pemijatan bagi ibu hamil adalah tidur menyamping. Penggunaan bantal di bagian perut sebagai ganjalan akan membuat tubuh lebih nyaman.
  • Kulit tubuh yang dibiarkan dalam keadaan kering semasa hamil akan lebih rentan luka dan iritasi. Teliti dengan saksama sebelum mengaplikasikan produk perawatan kulit apa pun. Pastikan produk  tersebut nonalergenik. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?