Jangan biarkan ambeien dan fistula jadi penghalangan kegiatan kamu sehari-hari. Foto ilustrasi: CanvaTahu nggak penyakit yang sebenarnya bisa banget disembuhkan tapi jarang dibahas secara terbuka karena dianggap memalukan karena lokasinya?
Yap, itu adalah wasir atau ambeien karena terjadi pada anus, serta satu lagi yang juga terjadi di lokasi yang sama, fistula. Padahal kedua penyakit ini bisa ditangani dengan lebih aman, minum nyeri, dan tuntas alias sembuh total.
Seminar media berjudul Atasi Wasir dan Saluran Abnormal pada Anus dengan Penanganan Minimal Invasive yang diadakan oleh Rumah Sakit Pondok Indah Group awal Januari lalu menegaskan, edukasi dini dan keberanian memeriksakan diri menjadi kunci mencegah kondisi memburuk.
Wasir, lebih cepat lebih baik
Menurut dr. Franky Mainza Zulkarnain, dokter spesialis bedah umum RS Pondok Indah Puri Indah dalam seminar media tersebut, wasir dan fistula adalah masalah medis, bukan aib. “Wasir, ambeien, atau hemoroid itu sama. Ibarat varises di kaki, hanya saja lokasinya di anus,” ujarnya.Wasir terjadi akibat pelebaran pembuluh darah di anus. Gejalanya beragam, mulai dari gatal, nyeri, perih, hingga perdarahan saat buang air besar (BAB). Salah satu pemicu yang sering terjadi adalah kebiasaan duduk terlalu lama di toilet.
“Sekarang banyak orang yang suka main handphone saat BAB. Dari lima menit jadi setengah jam. Tekanan di anus pun meningkat dan bisa memicu ambeien,” kata dr. Franky.
Ia juga menekankan bahwa duduk terlalu lama, pola makan kurang serat, sering sembelit, kehamilan, hingga berat badan berlebih, dapat berkontribusi memperparah kondisi ambeien.
Secara medis, wasir dibagi menjadi internal dan eksternal. Wasir internal memiliki tingkatan (grade). Grade 1 biasanya hanya ditandai BAB berdarah, grade 2 mulai ada benjolan yang keluar namun bisa masuk kembali, grade 3 bejolan harus didorong dengan tangan agar masuk kembali, dan grade 4, benjolan sudah tidak bisa masuk lagi.
“Banyak pasien datang ke dokter dalam kondisi sudah mengalami ambeien grade 3 ke atas. Biasanya karena sebelumnya tidak nyeri,” jelas dr. Franky.
Penanganan wasir bergantung pada derajatnya. Grade 1-2 umumnya cukup dengan obat dan perubahan gaya hidup. Namun pada grade 3 ke atas, tindakan operatif sering dibutuhkan. Teknologi laser menjadi terobosan penting.
Berbeda dari metode lama yang memotong jaringan, laser bekerja dengan mengempiskan pembuluh darah yang melebar dari dalam.
“Dengan laser, ambeien dikempiskan tanpa dipotong. Nyerinya minimal, pasien bisa pulang keesokan hari, dan risiko komplikasi seperti inkontinensia atau anus menyempit hampir tidak ada,” kata dr. Franky.
Studi internasional juga menunjukkan tingkat kepuasan pasien di atas 90% dengan angka kekambuhan di bawah 7%.
Selain penanganan medis, perubahan kebiasaan sehari-hari berperan penting dalam mencegah keluhan ambeien semakin berat. Berikut di antaranya:
- Perbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah
- Cukup minum air putih
- Hindari duduk terlalu lama, termasuk di toilet
- Jangan mengejan terlalu keras saat BAB
- Bergerak atau berdiri setiap beberapa jam bila banyak duduk.
Fistula, jalur infeksi yang perlu ditutup tuntas
Sama-sama di anus, fistula adalah terbentuknya saluran abnormal dari dalam anus ke kulit di sekitarnya. Kondisi ini sering berawal dari bisul atau abses yang pecah namun tidak tertangani dengan baik.“Kulitnya menutup duluan, tapi di bawah masih ada infeksi. Akhirnya terbentuk jalur, itulah fistula,” jelas dr. Franky. Tanda khas fistula adalah adanya lubang di dekat anus yang terus mengeluarkan cairan, kadang kering beberapa hari lalu keluar lagi.
Penyebab fistula beragam, mulai dari infeksi kelenjar anus, penyakit radang usus, trauma operasi, hingga kondisi serius seperti kanker atau tuberkulosis. Penanganannya bisa berupa fistulotomi (sayatan terbuka) atau metode laser modern seperti FILAC (Fistula-tract Laser Closure).
Dengan laser, jalur fistula ditutup dari dalam tanpa membelah jaringan secara luas. “Kalau luka dibiarkan terbuka, nyeri saat BAB bisa berbulan-bulan. Laser membuat pasien jauh lebih nyaman,” ujar dr. Franky, yang juga mengembangkan teknik modifikasi berbasis laser yang dikenal sebagai Mainza Method. Teknik ini telah dipublikasikan di jurnal internasional dan menunjukkan hasil jangka panjang yang baik dengan kekambuhan minimal.
Selain memahami penyebabnya, mengenali tanda-tanda fistula sejak awal membantu mencegah infeksi berulang dan tindakan medis yang lebih kompleks, yaitu:
- Waspadai lubang kecil di sekitar anus
- Perhatikan cairan yang keluar berulang
- Jangan abaikan riwayat bisul di area anus
- Segera periksa bila keluhan berulang.
Wasir dan fistula bukanlah masalah sepele, namun keduanya dapat ditangani secara efektif bila dikenali lebih awal dan ditangani dengan metode tepat, seperti teknologi laser dengan nyeri minimal dan pemuihan cepat.
Nggak usah malu jika kamu mengalami gangguan di sekitar anus. Jangan menunggu keluhan memburuk—lakukan pemeriksaan, ubah gaya hidup, dan cari informasi medis yang tepercaya agar kesehatan tetap terjaga. (f)
Baca juga:
Tip Simpel Kurangi Gula tanpa Drama
The Art of Doing Nothing di Musim Hujan, Ternyata Bisa Perkaya Jiwa!
5 Afirmasi Kalau Kamu Kuat in This Economy
Laili Damayanti
Topic
#KesehatanPencernaan, #EdukasiMedis


