Health & Diet
Teknologi Hidrokoloid untuk Luka Cepat Sembuh dan Tanpa Bekas

18 Oct 2025

Wanita merawat luka dengan plester hidrokoloidPlester luka hidrokoloid bisa jadi  perawatan luka modern yang menjaga kelembapan dan mempercepat penyembuhan. Foto ilustrasi: Canva


Perawatan luka selama bertahun-tahun identik dengan cara-cara konvensional; antiseptik cair yang menimbulkan perih, plester yang harus sering diganti, dan penyembuhan yang memakan waktu lama.

Kini, paradigma itu bergeser. Teknologi modern menghadirkan solusi berbasis sains yang lebih efektif, efisien, dan ramah kulit, salah satunya melalui pembalut luka berteknologi hidrokoloid (polimer larut air yang dapat membentuk koloid, mengentalkan cairan, atau membentuk gel).

Menurut dr. Kevin Mak, health content creator sekaligus dokter aktif yang gemar mengedukasi publik tentang kesehatan kulit dan luka, ada pendekatan tersendiri soal perawatan luka.

“Kunci penyembuhan luka yang baik adalah menjaga kelembapan tanpa membuatnya basah. Luka itu harus lembap, tapi jangan basah. Di sinilah teknologi hidrokoloid memainkan peran penting,” ungkapnya, saat menjadi salah satu narasumber di acara Hansaplast First Aid Conference 2025 bertajuk Shaping the Future of Wound Healing with Hydrocolloid Innovation yang diadakan oleh Hansaplast - PT Beiersdorf Indonesia bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) beberapa waktu lalu.

Hidrokoloid bekerja dengan menyerap cairan luka berlebih sekaligus mempertahankan kelembapan ideal agar proses regenerasi jaringan berlangsung optimal. Lapisan film tipisnya juga berfungsi sebagai “second skin” atau pelindung fleksibel, tahan air, dan tetap nyaman digunakan beraktivitas sekalipun.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembalut luka jenis ini mampu mempercepat penyembuhan hingga 40%, sekaligus mengurangi risiko terbentuknya bekas luka hingga menurunkan risiko keloid (pertumbuhan jaringan parut abnormal biasanya setelah mengalami luka, red.).

“Dengan hidrokoloid, perawatan luka menjadi lebih efisien. Plaster ini bisa dipakai hingga tiga hari tanpa perlu diganti, artinya biaya perawatan turun dan kenyamanan meningkat,” kata dr. Kevin.

Bagi banyak orang, terutama mereka yang aktif atau memiliki luka di area terbuka, kemajuan ini menjadi solusi yang signifikan; bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga estetika.
 

Menyatukan sains, profesional, dan masyarakat

Inovasi tidak akan berarti tanpa edukasi dan kolaborasi lintas profesi. Di Indonesia, sinergi antara sektor industri, akademisi, dan tenaga kesehatan kini semakin kuat.

Salah satu langkah strategis ditunjukkan melalui kolaborasi Hansaplast dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam penerbitan buku Penatalaksanaan Luka untuk Apoteker: Edukasi, Skrining, dan Pemilihan Produk yang Tepat yang diluncurkan pada momen yang sama.

Menurut apt. dra. Tresnawati, Wakil Sekretaris Jenderal PP IAI Bidang Humas dan Pengabdian, kerja sama ini merupakan bentuk nyata peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di lini pertama. 

“Apoteker memiliki peran vital dalam pelayanan kefarmasian. Mereka tidak hanya menyediakan produk kesehatan, tetapi juga memberikan edukasi dan skrining awal terhadap luka agar sesuai prinsip evidence-based practice,” kata Tresnawati.

Buku ini menjadi panduan komprehensif yang memadukan teori, praktik, dan pendekatan klinis terkini dalam perawatan luka.

Sementara itu, Jatmiko S. Si, Ketua Pengurus Daerah PAFI Jakarta, menegaskan pentingnya seminar dan diskusi ilmiah seperti Shaping the Future of Wound Healing with Hydrocolloid Innovation ini sebagai wadah berbagi ilmu antarprofesional.

“Melalui forum seperti ini, kita bisa menemukan solusi inovatif yang aplikatif, memperkuat kolaborasi antara tenaga medis, apoteker, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perawatan luka modern,” Jatmiko menegaskan.

Dari ruang praktik dokter hingga meja apoteker, masa depan perawatan luka kini bergerak menuju pendekatan yang lebih ilmiah, efisien, dan manusiawi. Teknologi hidrokoloid bukan sekadar inovasi medis, tetapi juga simbol dari perawatan holistik  yang tak hanya menyembuhkan kulit, tapi juga memberi rasa aman dan nyaman bagi penggunanya.

Sebagaimana diingatkan oleh dr. Kevin Mak, “Luka kecil bila diabaikan bisa menjadi besar.” Maka, memahami dan menerapkan penatalaksanaan luka yang tepat bukan hanya soal penyembuhan, tetapi juga pencegahan.
 

Laili Damayanti


Topic

#WoundHealingInnovation, #HydrocolloidRevolution

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?