
Foto: Fotosearch
Dalam hidup, segala sesuatu yang berlebihan atau kekurangan bisa berefek kurang menguntungkan.Bekerja keras boleh-boleh saja, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan. Menurut dr. Doddy Permadi A., kita bisa mendatangkan rasa damai dan tenang di tengah kesibukan dengan mempraktikkan BREADS(S), singkatan dari Breathing, Relaxation, Exercise, Attitude, Diet, Sleeping, plus Sex secara rutin.
Teknik ini merupakan pengembangan teknik BREADS milik Steve Albrecht DBA, psikolog, konsultan manajemen stres, sekaligus pengarang buku Ticking Bombs: Defusing Violence in the Workplace. “Ini beberapa cara untuk menemukan peace of mind. Tujuan utamanya untuk mendapatkan keseimbangan dalam hidup dan pekerjaan, sehingga pada akhirnya kita bisa lebih fokus mencapai target,” jelas dr. Doddy. Awalnya mungkin sulit, tapi semua orang bisa melakukannya secara bertahap.Tinggal dijadikan kebiasaan saja.
B = BREATHING
Orang yang stres cenderung bernapas pendek, dangkal, dan cepat. Padahal, saat tidak bisa mengontrol napas secara baik, aktivitas jadi kurang efektif.Lihat saja bagaimana para atlet belajar mengontrol napas agar bisa tampil maksimal. Saat rehat kantor atau justru di tengah tumpukan pekerjaan, saatnya melatih napas. Sambil terus berkonsentrasi, atur napas kita sesuai pola 4-7-8, lebih pelan dan dalam. Caranya: embuskan napas melalui mulut dengan membuat suara ‘woosh’ dan tarik napas melalui hidung selama 4 hitungan. Tahan napas selama 7 hitungan, lalu keluarkan lagi napas melalui mulut sambil membuat suara ‘woosh’ selama 8 hitungan.Tarik napas lagi.Ulangi pola ini sebanyak 3 kali.Rasakan betapa pikiran dan detak jantung Anda menjadi tenang setelahnya.
R = RELAXATION
Setelah menyelesaikan aktivitas seharian, dorongan untuk langsung tidur pasti kuat. Tapi coba luangkan waktu sejenak untuk melakukan relaksasi. Salah satu cara yang disarankan adalah melakukan yoga. Seperti kita ketahui bersama, praktik yoga mengedepankan aliran pernapasan dan meditasi untuk membuat perubahan pada fisik dan jiwa.Yoga juga membantu kita mengurai stres dan menjernihkan pikiran agar lebih fokus.
Pose yoga yang dianjurkan adalah Child’s pose (Balasana), Bridge pose (Setu Bandha Sarvangasana), dan Eagle pose (Garudasana). Child’s pose merupakan pose istirahat yang bermanfaat untuk menenangkan pikiran, merelaksasi bahu hingga tulang belakang, juga memperbaiki pencernaan. Bridge pose melatih kekuatan sekaligus memulihkan kelelahan pada punggung --akibat duduk seharian saat bekerja-- serta memberikan ketenangan pada otak untuk mengusir kecemasan, stres, maupun depresi. Sementara Eagle pose yang bertumpu pada satu kaki bagus untuk melatih keseimbangan dan konsentrasi. Pose ini juga bagus melepaskan tekanan pada bagian bahu, memperkuat pergelangan kaki dan pinggul, hingga memupuk rasa percaya diri.
E = EXERCISE
Exercise di sini bukan berarti menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran, tapi membiasakan diri berjalan kaki sekitar 30 menit saja, tiap hari. Jalan kaki adalah latihan paling sederhana yang ramah bagi pergelangan kaki, jantung, paru-paru, bahkan bisa memberi manfaat sosial, melepas kelebihan energi, menurunkan stres, dan membuat lebih mudah tidur. Jalan kaki saja dari kantor ke tempat makan siang atau menuju pusat perbelanjaan yang tak terlalu jauh.
Selain itu, kita ditantang untuk melakukan latihan ringan dalam posisi duduk di tempat kerja. Belum banyak kantor menggunakan kursi dan meja kerja yang ergonomis, sehingga tak heran kita lebih cepat lelah karena tubuh berada di posisi kurang nyaman atau dipaksakan.
“Idealnya kita duduk tegak ditopang oleh kursi yang sandarannya mengikuti bentuk tulang belakang. Posisi monitor sesuai eye level atau sedikit di bawah dengan posisi tangan membentuk sudut 90 derajat saat mengetik. Telapak kaki menapak lantai atau disangga foot rest,” ungkap dr. Doddy.
Saat telanjur mengalami kelelahan akibat posisi bekerja yang kurang ideal, kita sebaiknya stretching untuk meregangkan leher (neck stretches), mengurangi ketegangan bahu (shoulder shrug), meregangkan punggung (back side stretch dan middle back stretch), serta melemaskan otot kaki (back and leg curl).
“Jika memungkinkan, tiap dua jam sekali, kita berdiri dari tempat duduk. Lakukan aktivitas kecil, misalnya jalan untuk mengambil minum atau ke mesin printer, agar aliran darah menjadi lancar,” jelas Doddy.
Untuk mengurangi rasa lelah pada mata, sebaiknya atur pencahayaan/ brightness di layar komputer supaya tidak terlalu terang dan nyaman di mata.
“Tiap dua jam sekali pejamkan mata selama 1-2 menit agar tidak mudah lelah. Hal ini dapat dilakukan bersamaan dengan stretching di tempat duduk,” tambah dr. Doddy.
A = ATTITUDE
Bagian ini mengingatkan pentingnya untuk selalu berpikir positif. Alasannya, kalau kita melulu melihat hal-hal negatif, maka selamanya kita tidak akan maju. Kita cenderung mudah putus asa dan stres, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pekerjaan.
Selain itu, Doddy menambahkan, kita perlu membuat hal itu menjadi sebuah kebiasaan agar bisa bertahan. Contoh sederhana saja, kita tidak akan merasa terpaksa untuk mandi, gosok gigi, berpakaian, dan melakukan berbagai kebiasaan-kebiasaan rutin lainnya. Semua dilakukan secara otomatis, tanpa ekstra usaha dan berpikir, karena itulah kekuatan dari kebiasaan.
D = DIET
Steve mengibaratkan makanan seperti obat yang bisa membuat perasaan kita menjadi lebih baik atau sebaliknya. Makanan yang masuk ke dalam tubuh seharusnya memberikan nutrisi tepat agar dapat mengembalikan fungsi tubuh untuk bekerja maksimal.Apa yang kita makan membuat perbedaan pada pikiran, perasaan, bahkan pola tidur.
Tugas kitalah untuk memilih makanan atau minuman yang dikonsumsi secara bijak. Jangan sampai, keinginan mengalahkan kebutuhan. Tubuh kita membutuhkan ‘bahan bakar’ yang tepat.
“Makanan yang sehat adalah yang cukup. Artinya cukup kalori, memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan lain-lain, dalam jumlah yang proporsional. Tidak ada satu unsur makanan yang benar-benar lengkap di satu bahannya,” jelas dr. Doddy.
Sedikit perubahan dalam pola makan akan memberi pengaruh besar pada tubuh. Menghindari makanan cepat saji dan yang diawetkan, minum dua gelas air putih sebelum makan, membatasi karbohidrat, dan mengonsumsi sumber serat adalah beberapa yang disarankan. Jika bosan minum air putih biasa, coba infused water.
S = SLEEP
Hampir semua orang tahu, kurang tidur sangat memengaruhi tubuh, mulai dari mengganggu konsentrasi, membuat emosi tidak stabil, menurunkan kemampuan untuk membuat keputusan. Jika Anda sering merasa kelelahan, perbaiki kualitas tidur adalah salah satu solusinya.
Menurut Steve Albrecht, tidur memiliki siklus 90 menit. Jika bisa mengatur waktu tidur sehingga bisa bangun pada saat akhir siklus 90 menit itu, maka kita akan merasa lebih baik. Namun, jika bangun di tengah siklus, kita akan merasa kurang tidur dan malah merasa lemas. Jadi, jangan heran kalau kita akan merasa ‘kurang’ saat tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00 ketimbang tidur pukul 22.30 dan bangun pukul 06.00.
Sementara, menurut dr. Doddy, kualitas tidur akan lebih baik jika kita tidak mimpi saat tidur. Ia berpatokan, 5 – 8 jam sebagai waktu tidur ideal bagi orang dewasa. Fase tidur terdiri atas fase non-REM (rapid eye movement) --yang juga disebut NREM-- dan fase REM. Fase REM terjadi 70-90 menit setelah kita tertidur dan ditandai oleh mimpi, sementara fase NREM yang jauh lebih lelap kita justru tidak bermimpi. “Selama tahap tidur lelap (deep sleep) pada fase NREM, tubuh akan meregenerasi dan memperbaiki sel-sel tubuh, serta memperkuat sistem imun tubuh,” jelas dr. Doddy.
+S = SEX
Seks merupakan tambahan dari teknik BREADS yang disarankan oleh dr. Doddy. Meski punya manfaat setara olahraga, saat melakukan aktivitas ini kita tetap harus memperhatikan kondisi medis, terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit jantung.
“Seks itu sebenarnya selalu sehat, karena dapat mengaktivasi hormon yang membuat tubuh menjadi lebih relaks, serta dapat memicu denyut jantung untuk memperlancar peredaran darah.Namun, jika seorang pengidap penyakit jantung akut, harus diatur lagi bagaimana aktivitasnya dan harus dilakukan dengan hati-hati,” katanya.
Beberapa manfaat seks lainnya adalah membakar 5 kalori per menit, meredakan stres karena saat orgasme tubuh melepaskan hormon antistres atau oksitoksin.Juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena seks 2-3 kali dalam seminggu membantu produksi antibodi, dan membantu meningkatkan kualitas tidur. (f)
Topic
#bebasstres




