
Foto: Pixabay
Selain melakukan #3M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan), menjaga kesehatan dengan asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan agar terhindar dari penularan Covid -19.
Sebagai sumber energi untuk mengawali hari, sarapan memiliki peran yang sangat penting. Tidak salah jika para ibu selalu mengingatkan anggota keluarganya untuk tidak lupa sarapan setiap pagi. Pada acara Facebook Live Femina berjudul Sarapan Sehat Untuk Imunitas Tubuh, yang bekerja dama dengan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Senin (19/10) lalu, dr. Grace Judio – Kahl, MSc, MH, Cht, Dipl. AAAM, CEO & Founder Klinik lightHOUSE menjelaskan mengapa sarapan itu sangat penting.
"Aktivitas di pagi hari otomatis membuat lambung mengeluarkan asam lambung yang ditandai dengan rasa lapar. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi tidak baik. Rasa lapar adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh saat ia meminta nutrisi," jelas dr. Grace.
Umumnya, ada tiga jenis nutrisi yang dibutuhkan. Pertama adalah karbohidrat yang bisa berasal dari biji-bijian seperti beras dan oat. Karbohidrat akan menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Setelah tidur dan tidak makan selama 8-9 jam, kandungan gula tubuh dalam darah berada dalam level yang paling rendah. Oleh sebab itu tubuh memerlukan gula dari karbohidrat sebagai bahan bakar.
Kedua adalah protein, yang berfungsi sebagai zat pembangun untuk membuat sel darah putih yang berperang melawan virus. Protein bisa didapat dari berbagai jenis daging dan kacang-kacangan. Selain itu, protein berfungsi sebagai pembentuk sel dan hormon. Oleh sebab itu, protein sangat penting untuk tubuh.
Ketiga, vitamin dan mineral. Protein dan karbohidrat tidak lengkap tanpa kehadiran vitamin dan mineral. Vitamin C dan D sangat baik untuk daya tahan tubuh, terutama dalam masa pandemi seperti saat ini. Begitu juga dengan mineral seperti kalsium, kalium dan sebagainya. Dr. Grace juga menyarankan untuk menambahkan sedikit minyak dalam asupan sehari-hari.
Selain jenis nutrisi yang beragam, porsi juga harus diperhartikan. Untuk perbandingannya, secara sederhana, dr. Grace membagi piring saji menjadi empat bagian, tiap bagian diisi oleh karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Soal jumlah, bergantung dengan kebutuhan setiap individu. Jika aktivitas yang akan dilakukan membutuhkan energi yang banyak, maka porsinya harus lebih banyak. “Namun jika aktivitas sehari-hari hanya duduk dan mengetik saja, makanan yang dikonsumsi juga harus disesuaikan, jangan berlebihan,” jelas dr. Grace.
Bagaimana cara mengetahui bahwa porsi yang kita makan terlalu banyak atau terlalu sedikit? “Kalau perut sudah merasa kenyang, itu saatnya berhenti,” terang dr. Grace. Ini adalah cara alami tubuh untuk memberi tahu bahwa kita harus berhenti makan.
Baca selanjutnya: Minum Air 8 Gelas Sehari

Topic
#makanansehat, #diet, #ingatpesanibu, #3M


