
Foto: Fotosearch
Masalah jet lag ini ternyata bisa diatasi dengan menerapkan pola diet hasil temuan dr. Charles F. Ehret, peneliti ritme biologis tubuh dari Argonne National Laboratory, di University of Chicago, AS. Ternyata, diet anti-jet lag Argonne ini sudah cukup terkenal di kalangan para pengelana dunia. Institusi seperti World Bank, Chicago Symphony Orchestra, dan tim renang nasional Kanada yang sering bepergian keliling dunia, sudah membuktikan keampuhan diet ini.
Prinsip pengaturan pola makan melalui diet anti-jet lag Argonne adalah dengan memperhatikan waktu makan, komposisi makan, siklus gelap-terang, dan siklus aktivitas fisik. Diet ini memvariasikan antara makan berat dan makan ringan, yang diselang-seling sejak tiga hari sebelum keberangkatan (H-3) hingga sehari setelah tiba di negara tujuan (H+1).
Perubahan panjang hari yang tiba-tiba dalam perjalanan melewati zona waktu akan mengganggu kontrol jam tubuh terhadap variasi metabolisme, sedangkan pola makan yang selang-seling dalam diet Argonne ini membantu mengurangi efek pergeseran waktu yang tiba-tiba terhadap jam internal tubuh. Apabila Anda berangkat dengan penerbangan di hari Minggu, maka diet anti-jet lag ini dimulai sejak hari Kamis (H-3).
- Diet H-3. Saatnya makan besar! Anda disarankan untuk makan dengan menu komplet, tiga kali sehari. Saat sarapan dan makan siang, konsumsilah menu berprotein tinggi. Selembar roti gandum dengan telur rebus, seporsi kecil nasi dan rawon dengan telur asin, semur daging, atau steak bisa jadi pilihan. Bagi para vegetarian, protein nabati seperti tahu dan tempe bisa jadi pengganti yang tepat. Protein akan membantu tubuh untuk memproduksi senyawa kimia catacholamines, yang bertugas ‘membangunkan’ Anda, sehingga siap menjalani aktivitas.
- Menu makan malamnya, pilih jenis makanan yang berkarbohidrat tinggi, seperti pasta (spaghetti, fetuccini, atau lasagna), bakmi, atau nasi. Tapi, jangan mengonsumsi daging! Kandungan karbohidrat membantu tubuh menghasilkan senyawa kimia indolemines yang dihasilkan tubuh menjelang masa istirahat.
- Diet H-2. Saatnya makan ringan! Makan tiga kali sehari dengan porsi kecil. Pilih menu rendah karbohidrat dan kalori (kira-kira 700-800 kkal), seperti salad sayuran, sup bening, buah-buahan, atau roti tanpa mentega, untuk menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Meski tetap bisa mengonsumsi protein, Anda harus memperhatikan kadar kalori yang dikonsumsi
- Diet H-1, berlaku sama dengan dengan diet H-3, yaitu makan besar dengan variasi menu berprotein tinggi untuk sarapan dan makan siang, serta menu berkarbohidrat tinggi untuk makan malam.
- Diet Hari 'H' keberangkatan, waktu makan disesuaikan dengan jam keberangkatan Anda. Apabila berangkat sebelum makan malam, maka jam makan malam harus disesuaikan dengan jam makan di tempat tujuan. Untuk menunya, pilih yang rendah karbohidrat dan kalori.
Boleh tetap ngopi! Bagi Anda yang tak bisa lepas dari kopi, tidak perlu khawatir. Kopi justru menjadi bagian yang cukup penting dalam diet anti-jet lag ini. Kafein yang terkandung dalam kopi masuk dalam jenis senyawa methylated xanthines, yang berperan dalam penyesuaian jam tubuh. Penelitian menunjukkan, mengonsumsi kafein di akhir aktivitas akan membantu mempercepat jam tubuh. Tetapi, jika dikonsumsi di awal aktivitas, bisa memperlambat siklus jam tubuh. Sementara, jika diminum di pertengahan hari, tidak akan membawa efek apa-apa.
Oleh sebab itu, selama masa diet sebelum keberangkatan (H-1 hingga H-3), Anda boleh minum kopi di pertengahan hari, yaitu antara pukul 15.00 sampai 17.00. Karena, pada waktu tersebut, kopi tidak membawa dampak pada kerja tubuh. Tetapi, di hari keberangkatan, aturannya berbeda lagi. Untuk perjalanan ke arah barat, kopi bisa diminum di malam hari, di antara pukul 18.00 sampai 23.00. Dan sebaliknya, yaitu di awal aktivitas untuk perjalanan menuju timur.
Selama perjalanan, sesuaikan jadwal makan dan pola aktivitas dengan waktu negara tujuan. Untuk memudahkan, atur jam tangan Anda sesuai dengan waktu di negara tujuan. Pasang alarm bangun pagi sesuai dengan kebiasaan di negara tujuan. Meski mengantuk, usahakan untuk tetap terjaga dan lakukan aktivitas pagi hari seperti biasa, misalnya makan pagi. Stretching ringan di kursi, atau berjalan di sepanjang koridor pesawat bisa jadi aktivitas yang membantu agar otot dan sendi tubuh Anda tidak kaku.(f)
Baca juga:
Prinsip pengaturan pola makan melalui diet anti-jet lag Argonne adalah dengan memperhatikan waktu makan, komposisi makan, siklus gelap-terang, dan siklus aktivitas fisik. Diet ini memvariasikan antara makan berat dan makan ringan, yang diselang-seling sejak tiga hari sebelum keberangkatan (H-3) hingga sehari setelah tiba di negara tujuan (H+1).
Perubahan panjang hari yang tiba-tiba dalam perjalanan melewati zona waktu akan mengganggu kontrol jam tubuh terhadap variasi metabolisme, sedangkan pola makan yang selang-seling dalam diet Argonne ini membantu mengurangi efek pergeseran waktu yang tiba-tiba terhadap jam internal tubuh. Apabila Anda berangkat dengan penerbangan di hari Minggu, maka diet anti-jet lag ini dimulai sejak hari Kamis (H-3).
- Diet H-3. Saatnya makan besar! Anda disarankan untuk makan dengan menu komplet, tiga kali sehari. Saat sarapan dan makan siang, konsumsilah menu berprotein tinggi. Selembar roti gandum dengan telur rebus, seporsi kecil nasi dan rawon dengan telur asin, semur daging, atau steak bisa jadi pilihan. Bagi para vegetarian, protein nabati seperti tahu dan tempe bisa jadi pengganti yang tepat. Protein akan membantu tubuh untuk memproduksi senyawa kimia catacholamines, yang bertugas ‘membangunkan’ Anda, sehingga siap menjalani aktivitas.
- Menu makan malamnya, pilih jenis makanan yang berkarbohidrat tinggi, seperti pasta (spaghetti, fetuccini, atau lasagna), bakmi, atau nasi. Tapi, jangan mengonsumsi daging! Kandungan karbohidrat membantu tubuh menghasilkan senyawa kimia indolemines yang dihasilkan tubuh menjelang masa istirahat.
- Diet H-2. Saatnya makan ringan! Makan tiga kali sehari dengan porsi kecil. Pilih menu rendah karbohidrat dan kalori (kira-kira 700-800 kkal), seperti salad sayuran, sup bening, buah-buahan, atau roti tanpa mentega, untuk menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Meski tetap bisa mengonsumsi protein, Anda harus memperhatikan kadar kalori yang dikonsumsi
- Diet H-1, berlaku sama dengan dengan diet H-3, yaitu makan besar dengan variasi menu berprotein tinggi untuk sarapan dan makan siang, serta menu berkarbohidrat tinggi untuk makan malam.
- Diet Hari 'H' keberangkatan, waktu makan disesuaikan dengan jam keberangkatan Anda. Apabila berangkat sebelum makan malam, maka jam makan malam harus disesuaikan dengan jam makan di tempat tujuan. Untuk menunya, pilih yang rendah karbohidrat dan kalori.
Boleh tetap ngopi! Bagi Anda yang tak bisa lepas dari kopi, tidak perlu khawatir. Kopi justru menjadi bagian yang cukup penting dalam diet anti-jet lag ini. Kafein yang terkandung dalam kopi masuk dalam jenis senyawa methylated xanthines, yang berperan dalam penyesuaian jam tubuh. Penelitian menunjukkan, mengonsumsi kafein di akhir aktivitas akan membantu mempercepat jam tubuh. Tetapi, jika dikonsumsi di awal aktivitas, bisa memperlambat siklus jam tubuh. Sementara, jika diminum di pertengahan hari, tidak akan membawa efek apa-apa.
Oleh sebab itu, selama masa diet sebelum keberangkatan (H-1 hingga H-3), Anda boleh minum kopi di pertengahan hari, yaitu antara pukul 15.00 sampai 17.00. Karena, pada waktu tersebut, kopi tidak membawa dampak pada kerja tubuh. Tetapi, di hari keberangkatan, aturannya berbeda lagi. Untuk perjalanan ke arah barat, kopi bisa diminum di malam hari, di antara pukul 18.00 sampai 23.00. Dan sebaliknya, yaitu di awal aktivitas untuk perjalanan menuju timur.
Selama perjalanan, sesuaikan jadwal makan dan pola aktivitas dengan waktu negara tujuan. Untuk memudahkan, atur jam tangan Anda sesuai dengan waktu di negara tujuan. Pasang alarm bangun pagi sesuai dengan kebiasaan di negara tujuan. Meski mengantuk, usahakan untuk tetap terjaga dan lakukan aktivitas pagi hari seperti biasa, misalnya makan pagi. Stretching ringan di kursi, atau berjalan di sepanjang koridor pesawat bisa jadi aktivitas yang membantu agar otot dan sendi tubuh Anda tidak kaku.(f)
Baca juga:
- Mengenal Jetlag yang Suka Menghambat Traveling
- 7 Cara Hindari Jet Lag Ketika Anda Traveling
- Terlanjur Jet Lag? Coba Ini!
Naomi Jayalaksana
Konsultan: dr. Sophia Hage
Topic
#jetlag


